Kupang, VoxNTT.com – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Nusa Tenggara Timur (GAMKI NTT) melakukan dialog resmi dengan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 25 Februari 2026.
Pertemuan itu bertujuan menawarkan kemitraan strategis jangka panjang untuk membangun pendidikan dan partisipasi demokrasi berbasis komunitas orang muda.
Pertemuan dihadiri Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo yang didampingi Ketua Harian Yan Piter Lilo, Sekretaris Amos Lafu, serta Wakil Ketua Daniel Tonu dan Yomi Radja.
Rombongan diterima Ketua KPU NTT Jemris Fointuna bersama jajaran komisioner, di antaranya Baharudin Hamzah, Eliaser Lomi Rihi, dan Pelaksana Tugas Sekretaris KPU NTT.
Dialog berlangsung konstruktif dengan pembahasan peta jalan penguatan demokrasi di Nusa Tenggara Timur, khususnya dalam menjangkau pemilih muda dan kelompok rentan.
Dalam pemaparannya, Winston Rondo menegaskan, GAMKI tidak masuk dalam politik praktis, melainkan menawarkan diri sebagai mitra pendidikan demokrasi.
“Kami ingin memastikan orang muda NTT tidak hanya hadir di TPS, tetapi hadir dengan kesadaran, nilai, dan integritas. Demokrasi harus menjadi gerakan pembelajaran yang hidup di komunitas,” tegas Winston.
Ia menjelaskan GAMKI menyiapkan lima pilar kemitraan strategis sebagai kerangka besar gerakan, yakni Sekolah Demokrasi Orang Muda Gereja (SD-OMG), Relawan Demokrasi Muda Gereja, Digital Democracy Movement, Gereja Ramah Pemilih Disabilitas, serta LAPP GAMKI NTT sebagai lembaga advokasi dan pemantauan pemilu yang independen dan non-partisan.
Winston menambahkan, rancangan kemitraan tersebut akan diformalkan melalui nota kesepahaman (MoU) setelah melalui mekanisme konsultasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Komisioner KPU NTT, Baharudin Hamzah menyambut baik tawaran tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan organisasi kepemudaan berbasis komunitas iman menjadi langkah strategis dalam menyemai masa depan demokrasi.
“Partisipasi tidak lahir hanya di bilik TPS. Ia tumbuh dari kesadaran, dipupuk oleh pendidikan, dan dirawat oleh kolaborasi,” ujarnya.
Menurut Baharudin, anak muda merupakan segmen pemilih terbesar sekaligus calon pemimpin masa depan. Karena itu, pendidikan demokrasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau ruang digital tempat mereka berinteraksi.
Sementara itu, Ketua KPU NTT Jemris Fointuna juga mengapresiasi langkah proaktif GAMKI. Ia menyebut inisiatif tersebut relevan dengan upaya KPU memperluas pendidikan pemilih dan memperkuat kualitas demokrasi.
“Kami menyambut baik kemitraan ini. Harapannya, kolaborasi dapat membantu mempersiapkan pemilih pemula serta memperluas edukasi kepemiluan hingga ke komunitas akar rumput,” kata Jemris.
Ia menambahkan proses kerja sama akan disiapkan secara administratif dan dikonsultasikan sesuai prosedur agar berjalan dalam koridor regulasi nasional.
Dalam dialog tersebut, kedua pihak sepakat bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari tingkat partisipasi, tetapi juga kualitas kesadaran politik warga. Inklusivitas terhadap penyandang disabilitas, penguatan etika publik, serta literasi digital menjadi perhatian bersama.
Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memperkuat penyelenggaraan pemilu, tetapi juga menumbuhkan budaya demokrasi yang bermartabat, partisipatif, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
Penulis: Ronis Natom

