Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi
Regional NTT

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

By Redaksi2 Maret 20261 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalur jalan cabang Colol-cabang Waling, Kabupaten Manggarai Timur, pecah akibat tanah bergerak (Foto: Nansi Taris)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong VoxNTT.com – Jalur jalan cabang Colol-cabang Waling, Kabupaten Manggarai Timur, pecah akibat tanah bergerak.

Jalan yang sudah terbelah itu tepat di sebelah atas kawan hutan danau Rana Poja.

Pantauan media ini, pada Minggu, 1 Maret 2026, keretakan mencapai tengah jalan raya dengan panjang sekitar belasan kilometer.

Kendaraan terpaksa giliran melintas saat berpapasan di titik jalan yang terbelah akibat tanah bergerak itu.

Di beberapa titik lainnya juga jalan patah dan turun sekitar 30 sentimeter. Pengendara tampak pelan saat melintas di patahan ini.

Adrianus Janu, salah seorang pengendara mengatakan kondisi jalan yang retak itu terjadi sekitar pekan lalu. Sementara beberapa titik yang patah itu sudah berlangsung lama.

“Bisa jadi karena tanah berair. Sehingga setiap tahun seperti ini,” kata Adrianus, Minggu sore.

Ia mengaku, saat kabut, kondisi jalan yang retak dan patah itu tentu sangat membahayakan pengendara. Sehingga, pemerintah perlu memikirkan solusi untuk mengatasi masalah tanah bergerak yang mengakibatkan jalan retak dan patah.

“Yang bahaya kalau lewat saat kabut tebal dan malam hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Manggarai Timur, Mikael Adeodatus Ampur, mengatakan pihaknya akan memperhatikan kondisi jalan tersebut.

“Terima kasih atas informasinya. Kami akan perhatikan,” kata Mika saat dikonfirmasi, Senin pagi.

Kontributor: Nansi Taris

Dinas PUPR Matim Jalan Rusak Manggarai Timur Matim
Previous ArticlePolres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong
Next Article Cerdas, Memimpin, Bahagia Berkelanjutan

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.