Oelamasi, VoxNTT.com – Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menganggarkan perbaikan ruas jalan Oekaunoe yang menghubungkan Kecamatan Amarasi dan Kecamatan Amarasi Timur setelah terjadi tanah longsor di wilayah tersebut.
Perhatian pemerintah daerah itu muncul setelah Kapolsek Amarasi Iptu Basilio Pereira bersama anggota serta Kapolsek Amarasi Timur Ipda Fransiskus Lanto bersama anggota melakukan pengecekan langsung di lokasi longsor.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kupang, pemerintah segera mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki ruas jalan yang kondisinya hampir putus total.
Kapolsek Amarasi Timur, Ipda Fransiskus Lanto mengatakan sebelumnya pihak kepolisian telah melakukan pengecekan sekaligus pengamanan di sekitar lokasi longsor.
“Kami lalu memasang garis pilice line di sekitar tanah yang longsor serta mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat yang melewati ruas jalan Oekaunoe agar selalu waspada,” katanya.
Setelah itu, kata Ipda Fransiskus, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk berkolaborasi dalam menjaga keamanan pengguna jalan.
Ia menjelaskan, akibat hujan lebat kondisi di lokasi kejadian masih terpantau kondusif dan masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun potensi longsor susulan diperkirakan masih ada apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Menurut dia, tanah longsor di ruas jalan Oekaunoe terjadi akibat jembatan atau deker yang ambruk sehingga ketika hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi banjir, pengguna jalan tidak dapat melintas.
“Diperlukannya alat berat untuk upaya pembersihan material longsor disekitar dan juga bronjong sehingga tidak terjadi langsor susulan,” katanya.
“Apabila tidak dilakukan upaya perbaikan maka ruas jalan Oekaunoe yang menghubungkan Amarasi dan Amarasi Timur akan putus dan tidak bisa dilewati oleh pengguna jalan,” pungkasnya.
Ipda Fransiskus menambahkan Camat Amarasi Timur telah mendatangi Dinas PU Kabupaten Kupang untuk meminta bantuan bronjong.
“Sudah di tanggapi sebanyak 30 kawat bronjong. Harapanya agar hal ini bisa membuat masyarakat merasa aman,” katanya.
Penulis: Ronis Natom

