Ruteng, VoxNTT.com – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1612 Manggarai, Letkol Amos Comenius Silaban, mengundang para wartawan dari Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur dalam kegiatan Coffee Morning di Kantor Kodim 1612 Manggarai, Rabu, 22 April 2026. Pertemuan itu membahas pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kegiatan yang mengusung tema Kekuatan dalam Persatuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mengajak insan pers bersatu dan bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Dandim Amos menegaskan bahwa persatuan merupakan dasar lahirnya kekuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita kuat kalau kita bersatu. Kekuatan tidak mungkin ada kalau tidak ada persatuan. Karena itu saya mengajak rekan-rekan Wartawan untuk bersatu membangun kekuatan,” ujar Dandim Amos.
Ia mengatakan, dukungan wartawan dibutuhkan untuk mendorong kemajuan pembangunan daerah, terutama program Koperasi Desa Merah Putih yang tengah digalakkan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurutnya, TNI mendapat peran strategis dalam program tersebut, yakni sebagai akselerator pembangunan fisik dan pengawal stabilitas program melalui jaringan teritorial hingga tingkat desa.
Melalui Babinsa, TNI disebut membantu pendirian koperasi desa guna memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Keterlibatan itu difokuskan pada manajemen lapangan dan efisiensi teknis.
“TNI dipilih karena dianggap gesit dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam pembangunan fisik. Karena itu melalui Babinsa TNI hadir untuk membantu masyarakat mengerjakan fisik koperasi,” tutur Dandim Amos.
Ia menjelaskan, terdapat empat peran utama TNI dalam pembangunan KDMP. Pertama, percepatan pembangunan dengan membantu pendirian gedung agar biaya lebih efisien dan pengerjaan lebih cepat. Kedua, pendampingan dan koordinasi melalui pendataan lahan, perencanaan pembangunan, serta pemantauan proyek di daerah.
Ketiga, TNI dilibatkan dalam proses seleksi manajer koperasi untuk sekitar 30 ribu KDMP di seluruh Indonesia. Keempat, pendampingan administratif agar koperasi dapat beroperasi dan memberi dampak nyata bagi perekonomian desa.
Meski demikian, Dandim Amos mengakui masih terdapat kendala di wilayah Manggarai, terutama keterbatasan lahan di sejumlah desa untuk pembangunan gerai koperasi.
“Mungkin karena luas tanahnya tidak sesuai, karena gerainya berukuran besar. Mudah-mudahan bisa dibangun pada tahap kedua dengan ukuran gerai yang lebih kecil, sesuai lahan yang tersedia,” ujarnya.
Ia menambahkan, skema pendanaan KDMP bukan hibah, melainkan pinjaman produktif sebesar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar untuk setiap koperasi. Dana tersebut disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara dengan tenor enam hingga 10 tahun dan bunga 6 persen per tahun.
Selain itu, pemerintah mewajibkan 58,03 persen dana desa dialokasikan untuk implementasi program Koperasi Desa Merah Putih. Dari total pagu dana desa Rp60,57 triliun pada 2026, sekitar Rp34,57 triliun dialihkan untuk mendukung program tersebut.
Penulis: Berto Davids

