Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Mobil Travel Masuk Jurang di Pendakian Wate, Dua Penumpang Terluka
Pojok Info

Mobil Travel Masuk Jurang di Pendakian Wate, Dua Penumpang Terluka

By Redaksi28 April 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Polisi saat melakukan olah TKP kecelakaan tunggal yang terjadi di jalur Wate-Boleng, Senin, 27 April 2026 (Foto: Dokumen Polres Manggarai Barat)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Sebuah kecelakaan tunggal menimpa satu unit mobil travel jenis Toyota Terios berwarna hitam bernomor polisi EB 1275 GC di Pendakian Wate, Desa Golo Ketak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 07.30 Wita. Dua penumpang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Mobil yang dikemudikan Fransiskus Sukadana (22) itu terperosok ke dalam jurang setelah gagal menanjak di ruas jalan yang rusak parah. Salah satu korban diketahui dalam kondisi hamil tua sehingga sempat memicu kepanikan di lokasi kejadian.

Kendaraan tersebut diketahui melaju dari arah Nanga Terang menuju Labuan Bajo dengan membawa dua penumpang, yakni Erna Diana Rahma (39), seorang bidan, dan Kristina D.K. Jebarus (25).

Saat tiba di lokasi kejadian yang merupakan jalur pendakian terjal dengan kondisi aspal berlubang, mobil diduga kehilangan tenaga. Dalam kondisi tersebut, kendaraan tiba-tiba bergerak mundur tanpa kendali hingga akhirnya masuk ke jurang.

“Mobil tidak kuat menanjak karena jalan rusak di Pendakian Wate. Saat lari mundur, sopir tidak bisa membanting setir ke kiri karena banyak travel lain yang sedang mengantri di sebelah kanan. Akhirnya mobil masuk ke jurang,” ujar Kanit Gakkum Lantas Polres Mabar, Ipda Bayu Wicahya Soekarno.

Bayu mengatakan, rem tangan kendaraan diduga tidak berfungsi optimal saat mobil mulai kehilangan kendali di tanjakan tersebut.

“Kecelakaan tersebut diduga disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, yakni kelalaian pengemudi, kondisi jalan yang rusak, kegagalan kendaraan saat menanjak, serta rem tangan yang tidak berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Akibat kecelakaan itu, kedua penumpang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pratama Komodo untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi Erna Diana Rahma yang sedang hamil tua menjadi perhatian utama petugas medis.

“Sementara itu, pengemudi, Fransiskus Sukadana, dilaporkan selamat dan saat ini telah telah diamankan di Polsubsektor Boleng untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” tutur Bayu.

Petugas Satlantas Polres Manggarai Barat yang tiba di lokasi sekitar pukul 08.20 Wita langsung melakukan penanganan awal dan olah tempat kejadian perkara.

“Kami telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Anggota juga sudah dikerahkan ke rumah sakit untuk mengecek kondisi terkini para korban,” paparnya.

Hingga kini, proses evakuasi kendaraan masih berlangsung karena posisi mobil berada di dasar jurang dan sulit dijangkau. Kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp6 juta.

“Kondisi medan yang sangat sulit menghambat proses evakuasi kendaraan. Saat ini, kami sedang mengupayakan bantuan alat berat untuk menangani kendala tersebut,” sebut Ipda Bayu.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Pendakian Wate karena kondisi jalan rusak dan tanjakan terjal dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

“Mengingat medan yang menantang dan kondisi jalan yang buruk, faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pastikan untuk selalu melakukan pengecekan kelaikan kendaraan secara rutin,” imbaunya.

Penulis: Sello Jome

Desa Golo Ketak Kabupaten Manggarai Barat Kecamatan Boleng Polres Mabar
Previous Article2.870 Keluarga di Manggarai Timur Berisiko Stunting, Pemkab Luncurkan Program GENTING
Next Article DPW PKB NTT Umumkan Enam Calon Ketua DPC PKB Manggarai Barat

Related Posts

Jenazah Dua WNA Austria yang Jatuh di Cunca Wulang Diterbangkan ke Bali

4 Juni 2026

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026

Mobil Avanza Tabrak Rumah di Cibal, Empat Warga Luka-Luka

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.