Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Hardiknas 2017, LMND Sikka Serukan Cabut UU Sisdiknas dan Dikti
HEADLINE

Hardiknas 2017, LMND Sikka Serukan Cabut UU Sisdiknas dan Dikti

By Redaksi3 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aksi peringatan Hardiknas 2017 oleh LMND Sikka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Sikka menyerukan pencabutan UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan UU Pendidikan Tinggi (Dikti).

Seruan ini disampaikan dalam aksi damai memperingati Hardiknas yang berlangsung dari Gelora Samador menuju Kampus Universitas Nusa Nipa, Selasa (2/5/2017).

Dalam orasinya, Ketua LMND Sikka, Leonardus Oktavianus menyesalkan mahalnya biaya pendidikan tinggi saat ini.

Akibatnya, banyak generasi muda yang tak dapat mengenyam pendidikan atau hanya bisa menikmati layanan pendidikan dengan kualitas jelek sementara segelintir anak bangsa menikmati pendidikan dengan kualitas terbaik.

“Bagaiamana cita-cita menecerdaskan anak bangsa dapat terwujud bila sebagian anak bangsa ini tidak dapat mengenyam pendidikan?,” ujar Oktavianus.

Baca: Mahasiswa Sikka Kecam Kekerasan Polisi Terhadap Aktivis di Makassar

Menurutnya, akar dari situasi pendidikan yang diskriminatif tersebut dikarenakan pendidikan telah diliberalisasi menjadi komoditi yang memungkinkan para pemodal meraih keuntungan.

“Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi merupakan pintu masuk liberalisasi pendidikan dan karenanya harus dicabut,” tegas Oktavianus.

Sementara itu, Sekretaris LMND Sikka, Leo Lewo Liwun menyatakan pendidikan di Indonesia hanya menghasilkan tenaga kerja murah bagi perusahaan-perusahaan asing.

“Ini sama seperti di zaman Belanda ketika pemerintahan kolonial menerapkan politik etis hanya untuk mendapatkan tenaga kerja murah,” terang Leo dalam orasinya.

Oleh karenanya, LMND Sikka menyerukan agar pemerintah mencabut kedua undang-undang tersebut dan mengehentikan pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Selain itu, LMND juga menyerukan agar dibangun industri daerah maupun nasional demi menciptakan lapangan kerja dan kemandirian bangsa. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleMahasiswa Sikka Kecam Kekerasan Polisi Terhadap Aktivis di Makassar
Next Article Ini Penjelasan Pihak TNK Terkait Wisatawan yang Digigit Komodo

Related Posts

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.