Labuan Bajo, VoxNTT.com – Suasana haru menyelimuti mes karyawan Le Dupar pada Selasa, 5 Mei 2026 malam. Manajemen bersama para karyawan menggelar tahlilan untuk mendoakan almarhumah RR (24), pemandu lagu asal Karawang, Jawa Barat, yang meninggal dunia pada Senin, 4 Mei 2026 sekitar pukul 09.14 Wita di RS Siloam Labuan Bajo.
Kegiatan doa bersama yang berlangsung sekitar pukul 19.50 Wita itu digelar di mes karyawan yang berlokasi di Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Acara tersebut dihadiri oleh pihak manajemen, puluhan karyawan, serta warga sekitar yang mengenal almarhumah.
Pantauan di lokasi, lantunan doa dan ayat suci menggema di ruangan sederhana tersebut. Sejumlah karyawan dan warga tampak khusyuk mengikuti jalannya tahlilan, sementara sebagian lainnya tak kuasa menahan kesedihan saat mengenang kebersamaan dengan almarhumah.
“Ini bentuk penghormatan terakhir kami. Kami kehilangan teman, keluarga, dan rekan kerja,” ujar Emanuel Jefanya, General Manager Le Dupar.
Manajemen Le Dupar menyebut kegiatan tahlilan ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap almarhumah yang telah menjadi bagian dari keluarga besar mereka.
“Kami ingin mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Ini juga bentuk kebersamaan kami dalam menghadapi duka,” ungkap Emanuel.
Selain doa bersama, momen tersebut juga menjadi ruang bagi para karyawan untuk saling menguatkan di tengah suasana kehilangan yang masih terasa. Kepergian RR meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekannya, yang sebagian masih sulit percaya atas kejadian yang berlangsung cepat.
Diketahui, almarhumah sebelumnya sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.
Meski diselimuti duka, suasana tahlilan malam itu juga diwarnai harapan agar almarhumah mendapatkan ketenangan dan tempat terbaik.
Sebelumnya, manajemen Le Dupar telah menyatakan tanggung jawab penuh atas penanganan almarhumah, mulai dari biaya perawatan hingga proses pemulangan jenazah ke kampung halamannya di Karawang, Jawa Barat. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab moral terhadap almarhumah yang merupakan bagian dari lingkungan kerja mereka.
“Mulai dari penanganan medis hingga proses pemulangan jenazah ke Karawang, semuanya kami tanggung sepenuhnya,” ujar perwakilan manajemen Le Dupar, Emanuel Jefanya, dalam keterangan persnya.
Tidak hanya menanggung biaya rumah sakit selama korban dirawat, pihak manajemen juga memastikan seluruh proses administrasi dan pemulangan jenazah berjalan lancar hingga tiba di kampung halaman untuk dimakamkan secara layak oleh keluarga.
Di sisi lain, pihak keluarga korban disebut telah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Kepolisian menyatakan tidak ada keberatan maupun laporan yang diajukan oleh keluarga.
“Pihak keluarga sudah membuat pernyataan menerima dengan ikhlas kematian korban. Tidak ada komplain yang disampaikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya.
Penulis: Sello Jome

