Labuan Bajo, VoxNTT.com – Bidang Kaderisasi dan Organisasi Ikatan Mahasiswa Manggarai Timur (Ikammat) NTT Mataram menggelar diskusi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Senin, 4 Mei 2026, di lapangan kampus Universitas Muhammadiyah Mataram.
Peringatan Hardiknas yang jatuh setiap 2 Mei menjadi momentum untuk mengingat perjuangan tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara, yang dikenal menentang sistem pendidikan kolonial Hindia Belanda pada masanya.
Kepala Bidang Kaderisasi dan Organisasi Ikammat, Muhammad Gufron, mengatakan momentum ini perlu dimaknai dengan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa.
“Kita harus mampu memahami pendidikan secara komperhensif, karena pendidikan adalah warisan paling pertama kali yang diberikan oleh orangtua kepada anaknya,” tegas Gufron kepada VoxNtt.com, Selasa, 5 Mei 2026 malam.
Diskusi tersebut mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Tema ini dinilai relevan dengan kondisi pendidikan yang terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan, sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah demi kepentingan masyarakat dan generasi muda.
Pemateri diskusi, Raushan Fikri Heryanto Putra, menilai pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang memiliki dimensi luas.
“Ini menjadi tantangan yang sangat besar, yang perlu diselesaikan dalam dunia pendidikan, bukan hanya dididik untuk menjadi patuh terhadap sistem, tapi bisa berpikir untuk meningkatkan potensi terhadap diri sendiri,” kata Raushan.
Sementara itu, Ketua Umum Ikammat NTT Mataram, Hidayat Nurwahid, menyatakan kondisi pendidikan saat ini masih menghadapi berbagai persoalan yang perlu didiskusikan secara terbuka.
Diskusi tersebut dihadiri kader aktif dan seluruh pengurus Ikammat NTT Mataram. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi.
“Karena memang berorientasi kepada diri sendiri supaya bisa implementasi kan kepada siapapun dan lingkungan masyarakat, diskusi seperti ini harus menjadikan kebudayaan dalam organisasi, supaya bisa memberikan kesadaran terhadap diri sendiri bahwa pentingnya memahami konsep pendidikan,” ucapnya.
Penulis: Isno Baco

