Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Polres Manggarai Barat Periksa 6 Saksi Kasus Lakalantas Petani di Jalur Trans-Flores Marombok
HUKUM DAN KEAMANAN

Polres Manggarai Barat Periksa 6 Saksi Kasus Lakalantas Petani di Jalur Trans-Flores Marombok

By Redaksi18 Mei 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Satlantas Polres Manggarai Barat saat melakukan olah TKP Laka Lantas di Jalan Trans Flores Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Sabtu, 25 April 2026 lalu. (Foto: Dok. Polres Mabar)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Kepolisian Resor Manggarai Barat terus mendalami kasus kecelakaan lalu lintas di jalur Trans-Flores, Kampung Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang terjadi pada Sabtu, 25 April 2026.

Korban dalam peristiwa itu adalah UU, 66 tahun, seorang petani asal Kampung Marombok. Ia mengalami kecelakaan saat berupaya menghindari jalan berlubang dan becek di bahu jalan yang sedang dilaluinya.

Kasus tersebut kini ditangani Satuan Lalu Lintas Polres Manggarai Barat dan masih berada dalam tahap penyelidikan intensif.

“Sejauh ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi yang mengetahui, melihat, atau berada di sekitar TKP saat kejadian guna memperjelas konstruksi perkara,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Senin, 18 Mei 2026.

AKP Parta mengatakan penyidik masih mendalami penyebab kecelakaan dengan fokus pada dugaan kelalaian manusia atau human error. Polisi menduga pengemudi mobil pikap kurang waspada terhadap kondisi jalan yang gelap serta keberadaan pejalan kaki di lokasi kejadian.

“Dugaan sementara, ada unsur kelalaian dari pengemudi pikap yang kurang berhati-hati dan tidak mengantisipasi situasi jalan yang rusak serta minim cahaya di malam hari,” tegasnya.

Menurut dia, Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Manggarai Barat bergerak cepat melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kecelakaan dan menentukan status hukum pengemudi.

Polisi juga telah menyita mobil pikap beserta dokumen kendaraan sebagai barang bukti utama. Hingga kini, penyidik masih melengkapi berkas perkara melalui pemeriksaan lanjutan.

AKP Parta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Manggarai Barat tetap kondusif setelah kejadian tersebut. Meski demikian, ia menegaskan proses penegakan hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional.

“Demi menjamin keadilan bagi korban, kami berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus kecelakaan ini sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi ruas jalan yang rusak dan minim penerangan pada malam hari.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat melintasi jalur yang minim penerangan dan memiliki kontur jalan rusak pada malam hari,” tutup AKP Parta.

Penulis: Sello Jome

Polres Mabar Polres Manggarai Barat Satlantas Polres Mabar
Previous ArticleLongsor Tutup Jalur Ruteng-Iteng di Satarmese, Akses Transportasi Lumpuh Sementara
Next Article Anggota DPRD Monitoring Bendungan Wae Mau 2, Temukan Tumpukan Material Penghambat Irigasi

Related Posts

Ibu dan Anak di Aimere Ngada Jadi Korban Kekerasan

9 Juni 2026

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Labuan Bajo, Kepala BPN Mabar Mangkir dari Panggilan Polisi

9 Juni 2026

“Wartawan Gadungan” di Nagekeo Diduga Terima Aliran Uang dari Proyek Waduk Lambo

8 Juni 2026
Terkini

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026

SPPG Oebobo TDM Tidak Beroperasi Sementara, Pengelola Sebut Kendala Pengadaan Bahan Baku

9 Juni 2026

Penyebaran Kuman Judi Online dan Potensi Bunuh Diri di Wae Wako Lembor

9 Juni 2026

Ibu dan Anak di Aimere Ngada Jadi Korban Kekerasan

9 Juni 2026

Rokok Ilegal “King Long” Diduga Beredar di Ruteng, Bea Cukai Akui Terkendala Anggaran Pengawasan

9 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.