Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»‘Rombongan Berkabung’ Usung Peti Jenazah ke DPRD Sikka
NTT NEWS

‘Rombongan Berkabung’ Usung Peti Jenazah ke DPRD Sikka

By Redaksi4 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masa aksi PMKRI Maumere menuju gedung DPRD Sikka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Sebagai bentuk protes terhadap adanya dugaan anggota DPRD Sikka yang terlibat mafia proyek Pokir, para aktivis PMKRI Maumere mengusung peti jenazah dan menyanyikan lagu-lagu penguburan orang mati ke Gedung Kula Babong, Jl. El Tari, Maumere.

Aksi teatrikal yang berlangsung pada Kamis (4/5/2017) tersebut diikuti oleh puluhan aktivis PMKRI dengan busana hitam.

Rombongan berkabung tersebut dilengkapi dengan beberepa orang perempuan berkerudung. Selain itu, para aktivis juga melagukan tangisan ratapan duka.

Koordinator aksi, Manuarius Ndambo menyatakan aksi tersebut mau menunjukkan PMKRI dan rakyat Sikka sedang berduka karena tingkah laku oknum anggota DPRD Sikka.

Menurutnya, isu aggota DPRD Sikka yang terlibat mafia proyek pokir perlu ditindak tegas.

Kasus tersebut sejajar dengan kasus dugaan korupsi E-KTP yang dikaitkan dengan sejumlah pimpinan DPRD Sikka.

“Ini menunjukkan nurani para wakil rakyat kita sudah mati dan karenanya harus ditindak tegas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PMKRI Maumere, Martinus Laga Muli menyatakan kasus Pokir bukan hanya berkaitan dengan oknum anggota DPRD Sikka melainkan juga oknum kontraktor anggota Gapensi. PMKRI menyebut ada dugaan gratifikasi dalam kasus tersebut.

“Pihak kepolisian sudah menjemput bola namun sampai saat ini proses tidak berlanjut karena Polres beralasan tidak ada laporan. Kalau seperti ini kan sayang,” ujarnya.

Lebih jauh, kepada VoxNtt.Com Martinus menuntut pihak kepolisian agar memeriksa Sekretaris Gapensi, Paul Papu Belang yang memunculkan isu ini sebagai biang kerok. Selain itu, Martinus juga mendesak Badan Kehormatan DPRD Sikka agar mengusut dugaan ini.

“Tindak tegas dan bila perlu laporkan ke Kejari Maumere,” tegas Martinus.

Para aktivis yang sempat memainkan teater di depan Kantor DPRD Sikka tersebut batal bertemu para wakil rakyat karena sedang dilakukan rapat.

Para aktivis yang kecewa sempat menyanyikan lahu berkabung dan meratap di depan pintu ruang pertemuan sebelum kembali ke Marga PMKRI. (Are De Peskim/VoN).

Sikka
Previous ArticleUN SMPN 3 Aesesa Berjalan Lancar
Next Article Keadaan Wisatawan Singapura yang Digigit Komodo Sudah Membaik

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.