Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Bukan KITA-Sajak Retha Janu
Seni dan Budaya

Bukan KITA-Sajak Retha Janu

By Redaksi14 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Sajak-Sajak Retha Janu

Selamat Ulang Tahun, Joko :

Happy birthday, kata

Happy birthday, buku

Happy birthday…happy birthday…

Happy birthday,  Joko

Sekarang kita akan tiup lilin :

Kau tiup untuk hidup yang sehari sudah tanggal

Kau tiup untuk semua kenang-kenang

Yang membahagiakan, yang kesepian

Giliranku…

Kutiup untuk kegembiraan

Kutiup untuk tawaku yang meledak-ledak

Untuk aku yang cengingisan setiap kali bermain bersama kata-katamu

Sekarang kita akan berdoa, semoga :

Kata umur panjang, kita terus cekikian

Potong  kue :

Kue adalah kata yang berarti panganan enak yang lebih banyak dibuat dari tepung

Kue adalah puisi, kue adalah sajak, kue adalah kata (lagi)

Lalu, kita akan berpesta dengan sebatang lilin, sepotong kue, dan makan kata

Lalu hidup…

(Ruteng, 11 Mei : merayakan ulang tahun Joko Pinurbo)

Bukan Kita


Di sebelah sana kita ciptakan malam yang mengucap credo paling manis
“Aku percaya akan Kata yang menjadikan dunia ada”
Lalu besok pagi kita tinggalkan malam dan mulai bersorak “Darah Kata biarlah tumpah, jadikan minuman Dewa”

Bukan kita…
Yang bersalah pada jerit kesakitan dan darah yang sengaja dibebaskan
Kita sibuk berkata…”benar…bukan kita”

Bukan kita…
Yang mengganti nyanyian jadi derita
Kita semakin keras menjerit “ya..bukan kita”

Di sebelah sini kita tata malam yang mengucap credo paling manis
“Aku percaya akan Kata yang menjadikan dunia ada”
Lalu besok pagi kita tinggalkan malam dan bersorak “Bukan kita, tapi Dewa”

(Ruteng, Februari 2017)

Instagramable :

Lalu, bisakah kita temukan Dia dengan  #mencariMu?

(Ruteng, Mei 2017)

Retha Janu : guru  matematika di SMAK Setia Bakti Ruteng, bergiat di Komunitas Sastra Hujan Ruteng. Suka senyum dan tempe buatan mama juga akan selalu suka dua pria bernama (D)Joko.

Previous Article​Pembangunan Infrastruktur dan SDM di Daerah Perbatasan Akan Jadi Prioritas BKH
Next Article Genangan Air dan Sampah Bertumpuk di Lampu Lima Ende

Related Posts

Gubernur NTT: Tenun Ikat Bukan Sekadar Kain, Melainkan Identitas Daerah

14 Desember 2025

Bundaran Patung Kristus Raja Kumba Disulap Menjadi Lebih Semarak dan Berkilau di Malam Hari

12 Desember 2025

Sanggar Budaya Manggarai Gelar Pentas Sae, Danding, dan Caci di Kota Kupang

6 Desember 2025
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.