Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Golo Ndele Matim Rindu Kehadiran PLN
Regional NTT

Warga Golo Ndele Matim Rindu Kehadiran PLN

By Redaksi15 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Kerinduan masyarakat di Golo Ndele, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur akan kehadiran listrik PLN hingga kini belum terpenuhi.

Warga Golo Ndele, Anselmus Paur, kepada Voxntt.com, Minggu (14/5/2017) mengatakan akibat tidak adanya jaringan listrik di desa itu, warga desa terpaksa menggunakan alat penerangan seadanya seperti lampu pelita, lampu petromax dan lampu sehen.

Sementara warga yang lain yang punya pendapatan baik menggunakan genset namun tidak setiap malam karena kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak.

Kata Ansel,  desa Golo Ndele bukan satu-satunya desa di kecamatan Kota Komba yang belum menikmati listrik PLN. Saat ini juga ada beberapa desa tetangga yang mengalami nasib yang sama.

“Hampir semua desa di Kota Komba belum menikmati listrik. Padahal negara Indonesia sudah bertahun-tahun merdeka tapi kami di Golo Ndele belum merdeka khusus dalam hal penerangan listrik,” ujar Anselmus.

Dikatakannya, akibat tidak adanya jaringan listrik, kegiatan pelayanan kepada masyarakat di Golo Ndele belum optimal.

“Ada beberapa warga yang memiliki usaha bengkel kayu. Mereka terpaksa menggunakan genset. Tapi hasilnya tidak optimal. Selain gensetnya macet juga keterbatasan persediaan bahan bakar”,katanya.

Selain itu, kata Anselmus, kebutuhan pelajar di sini juga jadi terhambat.

“Mau fotokopi anak-anak sekolah harus ke Borong. Jadinya butuh biaya yang lebih besar lagi”, kata Ansel.

Ansel pun berharap agar  ke depan, Pemkab Matim bisa memasang listrik PLN di wilayah mereka.

“Kami berharap di tahun-tahun mendatang, pemerintah bisa mengalirkan listrik PLN ke wilayah ini”, tutup Ansel. (Taris Nansi/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleGunakan Dana Desa untuk Kontrak Lapangan Sepak Bola, Warga Bowali Protes
Next Article Generasi Muda Dihimbau Waspadai Gerakan Radikalisme

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.