Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sawah Terkena Longsor, Warga Keot dan Ras Matim Terancam Kelaparan
Regional NTT

Sawah Terkena Longsor, Warga Keot dan Ras Matim Terancam Kelaparan

By Redaksi18 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sawah milik petani yang disapu longsor (Foto: Hermenigildus Jehadut)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Empat hektar sawah milik petani di Kampung Keok dan Ras, Desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dipastikan gagal panen karena terkena longsor pada saat hujan bulan Maret tahun 2017 lalu. Akibat bencana tersebut, petani di desa itu terancam kelaparan.

Hermenigildus Jehadut, Kepala Desa Golo Meni kepada VoxNtt.com via telepon, Kamis (18/5/2017) mengatakan, akibat hujan yang turun pada bulan Maret lalu menyebabkan longsor di daerah sawah Keok dan Ras

Longsor tersebut meyapu bersih petak sawah.  Yang sangat parah sawah milik  Andreas Juni, Lorensius Nadu dan lima kepala keluarga lainnya.

Menurut Jehadut longsor sangat besar dan panjang menghancurkan lahan sawah milik petani.

“Apalagi tanaman padinya hampir bunga. Kondisi sawah di tempat kemiringan sehingga tidak bisa diperbaiki, selain itu material batu, kayu dan tanah menutup tanaman padi,” kata Jehadut.

Sawah milik petani yang disapu longsor (Foto: Hermenigildus Jehadut)

Lanjut Jehadut, pasca longsor pihaknya langsung memberikan infomasi secara lisan kepada BPBD yang disusul dengan laporan tertulis.

Namun, hingga saat ini belum ada tindakan dan bantuan kepada para petani yang terkena dampak tanah longsor tersebut.

Dia mengatakan para petani berharap kepada Pemerintah Matim segera membantu mereka yang terkena bencana.

“Saat ini sangat membutuhkan bantuan. Selain itu, diharapkan bisa membangun saluran permanen dibagian hulu sawah. Sebab saat ini air mengali di jalur bekas tanah longsor dan jika tidak dibangun saluran permanen cepat atau lambat sawah milik petani akan digerus air yang menyebabkan terjadi longsor,” kata Jehadut.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak BPBD Matim belum berhasil dikonfirmasi. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleKristo Haki Mesti Tau Diri dan Harus Belajar Lagi
Next Article Demi Mengubah Ekonomi Keluarga, Wanita Asal Matim Ini Rela Tinggalkan Suami

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.