Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»DPRD Mabar Belum Sepakat Untuk Tambah Dana TdF
NTT NEWS

DPRD Mabar Belum Sepakat Untuk Tambah Dana TdF

By Redaksi31 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana rapat pembahasan penambahan anggaran TdF di DPRD Mabar.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- DPRD Manggarai Barat (Mabar) belum menyepakati usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait tambahan Rp 900 Juta untuk kegiatan Tour de Flores (TdF) tahun 2017.

Ketua DPRD Mabar, Blasius Jeramun kepada VoxNtt. com, Rabu (31/5/2017) mengatakan rapat pembahasan usulan penambahan anggaran TdF sebesar Rp 900 Juta belum ada kata sepakat dari dewan. Apalagi, anggaran untuk balap sepeda kelas internasional itu sudah di anggarkan melalui APBD II Mabar tahun 2017 sebesar Rp 500 Juta.

Pemkab Mabar Kata Jeramun, harus terlebih dahulu meyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran TdF tahun 2016 lalu sebesar Rp 1 Miliar lebih sebelum membahas usulan tambahan anggan untuk TdF tahun 2017 ini.

“Anggaran TdF tahun 2017 sudah ada sebesar Rp 500 Juta, kenapa diminta tambah lagi, ” kata Jeramun.

Menurutnya, usulan penambahan anggaran Rp 900 Juta itu oleh Pemkab Mabar diusulkan oleh Event Organizer (EO) dan Gubernur NTT, Fransiskus Lebu Raya.

Baca: Anggota DPRD Mabar Tolak Penambahan Dana TdF

Sehingga DPRD Mabar meminta pembahasan penambahan anggaran itu untuk dipending terlebih dahulu.

Anggota DPRD Mabar, Edi Endi mengatakan menolak penambahan anggaran TdF sebesar Rp 900 Juta tersebut.

Anggaran Rp 1, 4 Miliar untuk TdF itu kata terlalu fantastis dan terkesan memboroskan uang rakyat.

“Sebaiknya, Pemkab Mabar mengunakan anggaran Rp 500 Juta yang sudah dianggarkan, ” kata Edi Endi.

Anggota DPRD lainnya, Belasius Pandur mempertanyakan efek dari TdF terhadap masyarakat Mabar.

“Yang menarik wisatawan beramai-ramai datang di Labuan Bajo karena agen tour and travel bersama Guide di Labuan Bajo gencar mempromosikan obyek wisata bukan karena TdF, ” kata Pandur. (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleSoal Disparitas Pembangunan di Matim, Niko Martin: Ini Malapetaka Besar
Next Article Peristiwa di Hotel Safari Ende, Ini Tanggapan Dinas Pariwisata NTT

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.