Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Sejak Lama Warga Sok Matim Belum Nikmati Air Bersih
HEADLINE

Sejak Lama Warga Sok Matim Belum Nikmati Air Bersih

By Redaksi8 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi krisis air (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Puluhan tahun lamanya, warga Sok, Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menelan pil pahit.

Pasalnya, hingga kini warga di kampung itu belum menikmati air minum bersih sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia.

Selama ini warga Sok terpaksa mengambil air sungai di dekat kampung itu untuk memenuhi kebutuhan. Bahkan, mereka mengonsumsi air hujan saat musim penghujan.

Endi dan Kasmir, dua warga Sok, Desa Compang Ndejing  kepada VoxNtt.com di kampung itu, Kamis (8/6/2017), membenarkan sejak lama mereka kesulitan mendapatkan air minum bersih.

Baca Juga: Warga Sebelah Wae Musur Merengek, Kemana 7 DPRD Matim Dapil Borong-Rana Mese?

Endi mengungkapkan, warga Sok sudah lama merindukan adanya air minum bersih.

” Kami saat ini menderita, tapi matamu (pemerintah) tertutup oleh kabut yang tebal. Kami harus minum air kali yang keruh saat musim hujan. Kalau hujan turun, kami manfaatkan itu untuk air minum. Bukalah matamu pemimpin,” ujarnya.

Dia menambahkan, air PAM memang ada, namun hanya untuk sekelompok orang saja. Padahal pipa-pipa  air PAM itu melewati wilayah mereka.

“Pipanya melewati kampung kami . Namun, kami tak kebagian airnya. Apa namanya ini? Ini namanya pembunuhan secara perlahan terhadap kami. Kami juga butuh air minum bersih seperti layaknya manusia bukan kerbau,” imbuh Endi.

Dia pun berharap kepada pemerintah agar membuka mata melihat derita yang dialami warga kampung itu.

“Tiap hari kami mengambil air di kali. Bahkan banyak pejabat pemerintah yang menyaksikan derita warga pikul air dari kali. Harapannya, derita ini diperhatikan pemerintah kabupaten Manggarai Timur. Kami butuh air minum bersih layaknya seperti yang lain,” tukasnya. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleWabup Ngada Beri 14 Sertifikat Lahan Rumah untuk PNS
Next Article Deno: Kelola Dana Desa Masih Banyak Masalah

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.