Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Usul Bangun Sekolah Kelas Jauh di Desa, Ini Kata Kadis Pendidikan Ende
HEADLINE

Usul Bangun Sekolah Kelas Jauh di Desa, Ini Kata Kadis Pendidikan Ende

By Redaksi8 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah seorang siswi di Desa Likanaka, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, NTT saat sedang melintasi hutan untuk pergi ke sekolah karena jauh dari pemukiman (Foto: Vikar Laka/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Petrus Guido No menanggapi berbagai usulan masyarakat soal bangun sekolah kelas jauh (SKJ) di desa.

Masyarakat mengusulkan ini sebab, selain jangkauan sekolah jauh dari pemukiman, siswa juga harus melintasi wilayah yang menantang.

Kondisi ini terjadi pada wilayah pegunungan Kecamatan Wolowaru, Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kecamatan Detukeli, Kecamatan Wolojita serta beberapa wilayah di Kecamatan Lio Timur.

Kadis Guido menjelaskan, sebagai lembaga eksekutif menerima usulan tersebut. Namun, pihaknya akan melakukan kajian sebagai pertimbangan alokasi anggaran.

Ia mengatakan, membangun lembaga sekolah tidak saja melihat unsur topografi. Beberapa unsur lain seperti jumlah penduduk juga sebagai bahan kajian.

“Jumlah penduduk itu lebih melihat pada usia subur. Sehingga sekolah bisa berkelanjutan,” ungkap Guido di ruang kerjanya, Kamis (8/6/2017) siang.

Usia subur yang dimaksud Kadis Guido yakni jumlah anak usia sekolah yang banyak. Baik usia sekolah dasar maupun sekolah menengah.

Selain itu, unsur lain adalah tenaga pendidikan yang layak.

Guido menyebutkan sebanyak 2023 guru honor komite yang tersebar di Kabupaten Ende. Jumlah ini disebut sangat mempengaruhi mutu pendidikan.

“Kalau guru honor semakin banyak dan honor dibebankan kepada komite sebesar 200 ribu maka sangat mempengaruhi mutu pendidikan. Ini yang harus dipikirkan juga,”katanya.

Sisi lain, sebut Kadis Guido, pembebasan lahan bangun sekolah. Pengalaman pemerintah akhir-akhir ini adalah masalah pembebasan tanah.

“Nah, masalah jumlah penduduk, guru dan lahan bangunan yang menjadi pertimbangan kami. Kami siap mengusulkan ke anggota dewan apabila semua berjalan lancar. Kita tahu kalau beberapa daerah di wilayah Lio yang topografi sulit. Kita akan pertimbangan lagi,”tutur Kadis Guido. (Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleTahun 2017, Penerima Rastra di Manggarai Bertambah 2 Ribu
Next Article Sebanyak 50 Ribu Warga TTU Belum Milik e-KTP

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.