Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tahun 2016, STIPAS Ruteng Utus 165 Agen Pastoral
Regional NTT

Tahun 2016, STIPAS Ruteng Utus 165 Agen Pastoral

By Redaksi14 Oktober 20161 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Santu Sirilus Ruteng mengutus sedikitnya 165 agen pastoral di tahun 2016 ini.

Mereka diutus melalui prosesi pelantikan wisuda Sarjana Agama Katolik (S.Ag) pada Jumat (14/10/2016) bertempat di aula STIPAS Ruteng.

Romo Alfons Segar, Pr, Ketua STIPAS Ruteng mengaku selain mengutus menjadi agen pastoral, ke 165 sarjana ini juga bisa menjadi guru agama katolik di sekolah-sekolah.

Ia menambahkan, dalam prosesi wisuda ini para wisudawan secara resmi diutus untuk menjadi fungsionaris pastoral sebagai katekis dan katekista.

Keristian Dahurandi, staf pengajar di sekolah tinggi itu dalam orasi ilmiahnya menjelaskan, dalam kerangka Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) profesi katekis merupakan Catechese Tradendae. Artinya, memahami katekis sebagai umat awam yang telah dibentuk atau dikursus untuk hidup sesuai dengan injil.

Keristian mengatakan, agen pastoral harus mengikuti perkembangan zaman. Selaras dengan zaman, demikian dia menambahkan, tidak berarti tergerus oleh perkembangan zaman.

Tetapi harus memahami konteks hidup suatu zaman dan mengolahnya menjadi lahan subur evangelisasi.

“Mengutip pernyataan Paus, dewasa ini orang lebih percaya pada perbuatan, kesaksian hidup dan pengalaman nyata daripada doktrin-doktrin atau pengajaran belaka. Dalam hal ini Yesus Kristus harus menjadi model setiap pewarta Injil,” ujar Keristian.

(AA/VoN)

Manggarai
Previous ArticleCharles Mesang Belum Realisasikan Janjinya Kepada SMA Kristen Kasetnana, Soe
Next Article Sejak 1 Oktober PDAM Ruteng Naikan Tarif Bayaran

Related Posts

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.