Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Banyak TKI Ilegal, Pemkab Matim Diminta Buka Mata
Regional NTT

Banyak TKI Ilegal, Pemkab Matim Diminta Buka Mata

By Redaksi3 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat puluhan tenaga kerja ilegal asal Matim tiba di Kantor Bupati di Lehong (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Aktivis muda asal Elar, Yos Kako meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) membuka mata atas banyaknya tenaga kerja illegal yang hendak merantau ke luar daerah.

Permintaan itu menyusul baru-baru ini sebanyak 60 tenaga kerja asal Matim yang terpaksa dipulangkan dari Mapolres Manggarai di Ruteng lantaran illegal.

Dua diantara rombongan tenaga kerja illegal itu dalam kondisi hamil. Dua lainnya adalah anak-anak yang hendak dibawa ke tempat perantauan oleh orangtua mereka.

Baca: 60 Orang Tenaga Kerja Ilegal Asal Matim Dipulangkan, Dua Wanita Sedang Hamil

Menurut Yos, hal itu terjadi karena minimnya sosialisasi kepada masyarakat terkait persyaratan pemberangkatan kerja ke luar daerah.

“Memalukan sekali. Pemerintah buat apa saja sampai warga nekat pergi merantau. Apalagi dalam jumlah banyak. Matim kan daerah banyak potensi alamnya. Ko ramai-ramai ke luar daerah. Pemerintah buat apa saja?,” ujarnya kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (2/8/2017).

Karena itu, dia berharap agar pristiwa tersebut tidak terulang kembali.

Pemerintah harus  berpikir mengembangkan potensi daerah untuk membuka lapangan kerja baru.

Sebab, kata Yos, masyarakat merantau dipicu oleh minimnya lapangan pekerjaan di Matim.

Hal senada disampaikan, Paulus Papu tokoh muda asal kecamatan Rana Mese.

Dia mengatakan peristiwa itu sangat menyedihkan dan juga memalukan. Mestinya hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah.

“Ko jumlah TKI di Matim terus bertambah bukannya menurun. Perlu perhatian khusus terhadap hal ini,” kata Paul.

Selain itu, kata Paul, terkait persyaratan menjadi calon TKI, pemerintah diharapkan gencar melakukan sosialiasi kepada masyarakat. Sehingga kejadian yang sama tidak terulang lagi. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleDi NTT Hanya Mabar yang Raih Penghargaan Adipura 2017
Next Article Kasus Lando-Noa, Gusti Dula dan Mateus Hamsi Jadi Saksi di Pengadilan Tipikor

Related Posts

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.