Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tiga Ruang Kelas SDK Pemo Diterjang Angin, Pemda Ende Belum Merespon
Regional NTT

Tiga Ruang Kelas SDK Pemo Diterjang Angin, Pemda Ende Belum Merespon

By Redaksi3 Agustus 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi atap sekolah rubuh
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Angin kencang menerjang tiga ruang kelas Sekolah Dasar Katolik (SDK) Pemo 1, Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende.

Peristiwa ini terjadi selama bulan Februari hingga Maret 2017.

Kepala Desa Pemo, Xaverius Peme Rada mengatakan peristiwa tersebut sudah diketahui Bupati Marselinus Y.W Petu saat safari lantik Kepala Desa Pemo.

Masyarakat melalui pemerintah desa mengusul agar memperbaiki tiga ruang kelas tersebut. Namun, hingga tahun ajaran baru belum direspon pemerintah daerah.

Kades Rada menjelaskan saat ini siswa tiga kelas yakni kelas 1, 2 dan 3 menggunakan sekatan kantor untuk proses pembelajaran.

“Kami sudah sampaikan ke bupati tapi belum realisasi. Selama ini mereka (siswa, red) belajar di kantor yang disekat,” katanya saat ditemui di Kantor Desa Pemo, Rabu (2/8/2017).

Kades Pemo menambahkan, jika sampai pertengahan semester belum diperbaiki maka kualitas pendidikan terganggu.

Saat ujian semester genap lalu, jelas Kades, ketiga kelas harus digabungkan dalam satu ruangan. Sebab, kondisi ketiga ruangan sudah tidak memiliki atap.

Oleh karena itu, pemerintah desa meminta agar segera melakukan perbaikan sehingga proses pembelajaran bisa berjalan normal.

“Sudah ke bencana daerah tapi sampai sekarang belum tanggap. Ada tiga ruang kelas yang hancur parah,”katanya. (Ian Bala/AA/VoN)

Ende
Previous ArticleKasus Lando-Noa, Gusti Dula dan Mateus Hamsi Jadi Saksi di Pengadilan Tipikor
Next Article Soal Proyek Air Bersih Gezu-Ulu Pulu, Ini Respon Kadis PU Nagekeo

Related Posts

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.