Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Gali dan Urug di RSUD Jadi Perdebatan dalam Paripurna DPRD Matim
Regional NTT

Proyek Gali dan Urug di RSUD Jadi Perdebatan dalam Paripurna DPRD Matim

By Redaksi7 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana rapat Paripurna Ranperda Tentang Pertanggungjawabkan Pelaksanaan APBD 2016 di DPRD Matim (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-  Proyek gali dan urug (cut and fill) RSUD Manggarai Timur (Matim) menjadi perdebatan hangat dalam rapat paripurna Ranperda  tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2016, Senin (7/8/2017).

Panitia Khusus (Pansus) DPRD Matim menemukan ada persoalan penggunaan alat berat milik pihak ketiga pada kegiatan swakelola  cut and fill  belum terbayar. Proyek tersebut milik Dinas Kesehatan Matim.

Oleh karena itu, Pansus merekomendasikan pelaksanaan pembangunan RSUD, seperti pembangunan cut and fill harus sesuai dengan master plan dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Perdebatan di ruang sidang paripurna DPRD Matim itu bermula setelah anggota DPRD, Mensi Anam menyampaikan soal proyek cut and fill itu kepada pimpinaan rapat dan pemerintah.

Mensi Anam mengatakan, penggunaan alat berat milik pihak ketiga pada kegiatan swakelola  cut and fill  RSUD Matim belum terbayar.

Menanggapi itu, pimpinan DPRD Matim, Lucius Modo menyatakan soal cut and fill sudah final di rapat paripurna sebelumnya.

Senada dengan itu, Bupati Matim Yoseph Tote mengatakan pada paripurna kali lalu rapat meminta sikapnya sebagai pimpinan wilayah.

“Waktu itu saya menyampaikan kalau sikap bupati pasti ikut aturan saja,” tegas Tote.

“Saya minta pa Sekda, Badan Keuangan dan dinas terkait harus tegas. Supaya jelas. Biar tidak membias apalagi dengan kemajuan teknologi. Kali lalu, saya ingat itu sudah selesai. Tetapi karena ditanyakan kembali oleh Pa Mensi. Berarti harus dijelaskan,” tegasnya.

Sementara itu, utusan Badan Keuangan Matim di hadapan peserta rapat paripurna menjelaskan terkait cut and fill di Dinas Kesehatan yang anggarannya 2016 sebesar 1,7 miliar rupiah dan sudah terealisasi 300 juta rupiah. Dan sisa anggaran masih 700 juta rupiah.  (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleSering Berulah, Bendahara UPTD Pendidikan Langke Rembong Tak Kunjung Diganti
Next Article Ini Surat Anak Tukang Ojek dari Maumere untuk Presiden Jokowi

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.