Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pukul Siswa Hingga Luka, Guru PNS di Matim Dipolisikan
HEADLINE

Pukul Siswa Hingga Luka, Guru PNS di Matim Dipolisikan

By Redaksi19 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dua korban yang terluka saat di Polsek Borong (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Oknum guru SMAN 5 Borong Kecamatan Borong Manggarai Timur (Matim) berinisial SR memukul puluhan siswanya hingga luka pada 14 Agustus 2017 lalu.  Tindakan senonoh SR tersebut kemudian berujung pada upaya laporan ke polisi oleh siswa yang menjadi korban.

Akibat  ulah SR itu,  dua orang siswa mengalami luka tepat di pelipis. Kedua korban masing-masing berinisial GJ dan YJ siswa kelas 3 SMAN 5 Borong.

YJ salah satu korban yang terluka kepada sejumlah media di Polsek Borong, Jumat (18/8) mengaku bingung dengan tindakan SR yang memukul mereka tanpa alasan.

“Kami juga bingung. Tiba-tiba dia datang langsung pukul kami pakai tongkat. Sebelum dia pukul kami, dia kencing di depan kami semua yang kebetulan piket malam itu.  Karena esoknya hari pramuka,” kata YS.

Sementara itu, Yohanes Salo, ketua panitia kegiatan Camping Pramuka menuturkan kejadian itu terjadi pada hari Selasa (15/8/2017) tepatnya pukul 02.00 Wita dini hari.

Dirinya mengaku para guru juga kaget mendengar laporan terkait aksi anarkis yang dilakukan oknum guru terhadap puluhan siswa yang bertugas menjaga keamanan malam itu.

“Saya sempat tegur dia dan teriak. Kau bukan panitia. Setelah itu aksinya dia tambah parah. Selain itu dia juga merusak atribut-atribut pramuka seperti  bendera semafor dan dan bendera kebangsaan. Dia juga merusak perlengkapan lain seperti gelas dan piring. Termasuk juga dua motor kacanya pecah karena kena pecahan gelas,” katanya.

Kata Yohanes, bendera yang dirobek tadi sudah diserahkan ke pihak kepolisian.

“Bendera yang dia robek kami bawa tadi. Dan sudah dimasikan le dalam ruangan polisi,” ujarnya.

Harapannya, kata dia, kejadian ini dilaporkan ke pihak yang berwajib supaya cepat ditanggapi. Laporan ke pihak keamanan dilakukan agar ada efek jera bagi pelaku.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Nanti merajalela. Pelakunya harus ditindaktegas. Apalagi terjadi di dunia pendidikan,” tegas Yohanes.

Dikatakannya, perilaku oknum guru tersebut memang kalau dilihat dari modelnya dia lagi mabuk.

“Semacam ada bau tuak dari mulutnya,” katanya.

Sementara, Kapolsek Borong Yohanes Erik Sai Nono kepada awak media bersedia menindaklanjuti jika ada laporan dari korban.

“Kalau memang bisa kita tindak lanjuti, kita tindak lanjuti. Tetapi kalau tidak bisa  dilanjuti mungkin tidak cukup bukti, kita SP3. Kalau cukup bukti tetap kita lanjutkan..Hasil akir nanti pengadilan yang menentukan siapa yang benar dan siapaa yang salah,” katanya.

Terkait barang bukti bendera yang dirobek pihaknya akan mendalami itu.

“Barang bukti yang dibawa kita akan dalami lagi,” ujar Kapolsek Sai Nono. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleHUT RI ke-72, Taman Bacaan Pelangi Gelar Lomba Menulis Buku Cerita
Next Article Polres Ngada Amankan Kontainer di Pelabuhan Marapokot

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.