Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Soal Kisruh Dana PIP SDI Wae Paci, Ini Respon Kepala UPTD PK Lamba Leda
VOX GURU

Soal Kisruh Dana PIP SDI Wae Paci, Ini Respon Kepala UPTD PK Lamba Leda

By Redaksi24 Agustus 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat Ketua DPRD Matim menerima orangtua siswa SDI Wae Paci di ruang kerjanya (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kecamatan Lamba Leda, Bernadus Salis merespon dugaan pungutan liar (pungli) dan penggelapan dana bantuan PIP tahun 2015 dan 2016.

Sebelumnya, sejumlah orangtua murid SDI Wae Paci- Lamba Leda mengadu Kepala SDI Wae Paci, Mateus Nabu ke Dinas PK dan DPRD Matim.

Mereka menuding Kepsek Mateus telah melakukan pungli dan penggelapan dana PIP tahun 2015 dan 2016.

Berdasarkan surat klarifikasi dari Bernadus Salis yang diterima VoxNtt.com dijelaskan, pihaknya mengadakan rapat di SDI Wae Paci pada Rabu, 16 Agustus 2017 lalu.

Bernadus menegaskan SDI Wae Paci tidak mengurus berkas pencairan dana PIP pada  tahun 2015 seperti yang disampaikan oleh orangtua siswa dalam laopran mereka. Dengan demikian dana tersebut belum dicairkan.

Kemudian, SDI  Wae Paci mendapat dana PIP pada tahun 2016 sudah dicairkan oleh kepala sekolah. Namun, dana itu belum dibayarkan kepada siswa.

Jumlah siswa penerima PIP, kata Bernadus, sebanyak 73 orang.

Rinciannya antara lain; 66 orang yang masing-masing mendapatkan Rp 450.000. Totalnya mencapai Rp 29.700.000.

Lalu sebanyak 7 siswa yang masing-masing mendapatkan Rp 225.000. Jadi, total secara keseluruhan sebanyak Rp 31.275.000.

Sementara terkait pungli yang dituding orangtua siswa penerima PIP lanjut Bernadus, berdasarkan pengakuan dari Kepsek Mateus belum ada titik temu.

Hal itu karena pihak orangtua murid hanya menunjukkan bukti dalam bentuk pendaftaran penyerahan uang kepada Kepsek Mateus, bukan kwitansi.

Hingga kini belum diketahui dengan jelas pada tahun berapa daftar itu dibuat.

Oleh karena tidak titik temu, kata Bernadus, dalam pertemuan tersebut semua orangtua siswa meninggalkan ruangan rapat.

Sementara orangtua murid, Benediktus Djau, Thomas Dut, Sebas Mudin, Marianus Atsuan yang mendatangi dinas PK Matim baru-baru ini mengatakan pihaknya tidak menerima alasan yang disampaikan Kepsek Mateus.

Orangtua murid merasa tidak puas dan memilih walk out dari rapat klarifikasi dengan UPTD PK Lamba Leda.

Mereka berjanji jika persoalan tersebut belum mendapat titik terang dari pemerintah, maka orangtua siswa bakal menempuh jalur hukum.

Baca: Orangtua Murid Segera Laporkan Kepala SDI Wae Paci ke Kejari Manggarai

“Kami semua walk out karena pertanggungjawaban kepala sekolah tidak sesuai dengan harapan orangtua murid. Kami ini sudah miskin dibuat tambah miskin lagi,” ujar mereka.

Sementara, Kasubag Kepegawaian Dinas PK Matim, Benediktus Fir kepada VoxNtt.com, mengatakan pihaknya sudah menghubungi Kepsek Wae Paci agar menghadap ke dinas untuk mempertanggungjawabkan tudingan orangtua murid tersebut. Namun,  hingga kini Kepsek Mateus belum muncul.

“Kami sudah telepon. Dia jawab, ia. Tetapi sampai hari ini belum juga muncul,” kata Benediktus.

Terkait permintaan orangtua agar Kepsek Mateus dimutasikan,  dia menegaskan Dinas PK Matim pasti akan memrosesnya.

Untuk itu, Benediktus meminta para orangtua murid agar bersabar, sebab tidak bisa langsung dimutasikan dan masih membutuhkan prosedur.

“Pasti diusulkan. Yang pasti kita lalui semua tahap-tahapnya,” tegasnya. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePemkab Manggarai Sikapi Kasus Penggelapan Gaji di UPTD Langke Rembong
Next Article ‘Luna’ Alestry Sute Dorong Kesetaraan Gender Lewat Futsal Ibu Rumah Tangga

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.