Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Semarak Hari Anak Nasional di Desa Wudi
HEADLINE

Semarak Hari Anak Nasional di Desa Wudi

By Redaksi28 Agustus 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Semarak Hari Anak Nasional di Desa Wudi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Berbagai kreativitas anak-anak di bidang seni dan budaya ditampilkan saat perayaan Hari Anak Nasional (HAN) di Wudi, Desa Wudi, Kecamatan Cibal , Kabupaten Manggarai, Senin (28/8/2017).

Pertunjukan budaya Manggarai seperti, tarian adat dan permainan caci ditampilkan oleh anak-anak dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Development Program (ADP) Manggarai itu.

Anak-anak mulai dari PAUD, SD, hingga SMP tampak antusias menjalankan pertunjukan seni dan budaya di depan ratusan undangan dan masyarakat setempat.

Aloisius Deon, Ketua Pelaksana Kegiatan mengatakan perayaan HAN  2017 di Wudi melibatkan 750 peserta yang datang dari 6 desa di Kecamatan Cibal.

Keenam desa tersebut yakni Desa Wudi, Rado, Welu, Barang, Pinggang, dan Nenu

Peserta terdiri dari anak-anak sekolah, para guru, masyarakat, pemerintah desa, dan pihak WVI ADP Manggarai.

Deon menjelaskan, APBDes 2017 dari enam desa tersebut turut memberikan sumbangsi untuk menyukseskan kegiatan HAN di Wudi.

Pengeluaran APBDes merupakan program rutinitas di bidang pendidikan di tiap-tiap desa.

“WVI ADP Manggarai sudah mendampingi anak-anak sekolah di Desa Wudi sejak tahun 2014. Sedangkan, lima desa lainnya baru di tahun 2017 ini,” kata Kepala Desa Wudi itu kepada sejumlah awak media di sela-sela kegiatan HAN 2017 di Wudi.

Kepala Desa Pinggang, Bernabas Kacang mengaku sangat mendukung berbagai kegiatan dalam rangka kegiatan HAN.

Menurut dia, berbagai kreativitas anak terutama di bidang seni dan budaya  harus didukung oleh pemerintah desa. Itu terutama sokongan APBDes.

“Ini sudah masuk anggaran rutinitas di APBDes kami untuk mendukung bidang pendidikan. Di desa Pinggang sendiri, bagi anak-anak yang tidak mendapatkan beasiswa di sekolah, maka digunakan APBDes,” kata Bernabas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Manggarai, Maksimus Gandur menjelaskan perayaan HAN diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai Negara di dunia.

Hari Anak Internasional diperingati setiap 1 Juni, sedangkan Hari Anak Universal diperingati setiap 20 November. Tanggal tersebut diumumkan oleh PBB sebagai hari anak-anak sedunia.

Organisasi anak di bawah PBB sendiri yaitu UNICEF pertama kali menyelenggarakan peringatan hari anak sedunia pada bulan Oktober tahun 1953.

Kemudian pada 14 Desember 1954, Majelis Umum PBB lewat sebuah resolusi mengumumkan satu hari tertentu dalam setahun sebagai hari anak se-dunia yaitu pada tanggal 20 November.

“Di Indonesia pelaksanaan Hari Anak Nasional yaitu setiap tanggal 23 Juli setiap tahunnya. Hanya kita sedikit terlambat karena ingin bertepatan dengan moment hari ulang tahun kemerdekaan,” ujar Gandur saat menyampaikan sambutan pada acara HAN di Wudi.

Dia mengatakan, saat ini sering terjadi kekerasan terhadap anak. Kekerasan itu seperti, perlakuan tidak adil, pelecehan seksual, dan banyak hal yang berlabelkan negatif terhadap anak yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Karen itu hari ini, hari dimana kita melindungi anak-anak,” ujar Gandur.

Dalam kesempatan tersebut, Gandur mengajak para orangtua agar menjalan berbagai tindakan penting untuk melindungi dan mengajarkan kepada anak-anak.

Menurut dia, setiap orangtua wajib mengajarkan keterampilan sosial untuk anak-anak. Para orangtua juga harus mengajarkan anak-anak agar bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Selanjutnya kata Gandur, orangtua harus bisa memberikan harapan yang tinggi dan menanamkan arti penting pendidikan bagi anak-anak.

“Bangun hubungan yang solid dengan anak-anak. Jangan over protektif kepada anak-anak, perlu anak diberi kebebasan dalam hal positif,” ajak Gandur. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai
Previous ArticleMari Belajar dari Billy Keraf
Next Article Pemuda Katolik Denpasar Gelar Kursus Kepemimpinan Dasar

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.