Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Banyak Meteran Rusak, Ribuan Pelanggan PDAM Sikka Minum Air Tanpa Bayar
NTT NEWS

Banyak Meteran Rusak, Ribuan Pelanggan PDAM Sikka Minum Air Tanpa Bayar

By Redaksi1 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur PDAM Sikka, Frans Laka. (Foto: Are)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT – Ribuan pelanggan PDAM Sikka diduga menikmati air bersih tanpa bayar alias ‘curi’. Hal ini terjadi lantaran banyak meteran yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Maumere dan Kecamatan Nita pada rusak, dikarenakan sudah lama dan tak terawat.

Bahkan ada pula pelanggan yang tidak lagi dipasangi meteran. Menurut Direktur PDAM Sikka, Frans Laka setiap bulannya PDAM kehilangan 30% air bersih dan tentunya juga pemasukan.

“Kalau di Kota Maumere yakni Kecamatan Alok Timur, Alok Barat, dan Alok itu terdapat 2.829 pelanggan yang meterannya rusak dan tidak ada sementara di Kecamatan Nita terdapat 898 konsumen yang tidak memiliki meteran,” terang Frans kepada VoxNtt.Com di ruangan kerjanya, Kamis (31/8/2017).

Akibatnya, Frans yang belum lama memimpin PDAM Sikka ini mengaku, pihaknya kewalahan untuk memastikan setiap pelanggan bisa mengakses air bersih secukupnya.

Tidak adanya meteran atau meteran yang rusak menyebabkan pelanggan bebas mengakses air tanpa terkontrol. Sehingga banyak pelanggan lainnya sulit mengakses air.

“Rata-rata setiap bulan itu kami kehilangan 20 liter kubik air bersih,” ungkap Frans.

Lebih jauh, Frans menyatakan, tugas mendesak di masa awal kepemimpinannya tersebut adalah memperbaiki pelayanan PDAM. Di sisi lain, dirinya berharap PDAM dapat menyeimbangkan biaya operasional dengan pemasukan.

Sampai tahun 2017 tunggakan pelanggan PDAM mencapai Rp 6,2 miliar lebih.

“PDAM mengemban tugas social, karena itu pelayanan adalah hal utama termasuk memastikan semua rakyat dapat menikmati air bersih. Tetapi kita juga mengharapkan para pelanggan agar tidak ingat diri,” imbuhnya.

Saat ini jumlah pelanggan PDAM adalah sebanyak 14.726. Konsumen rumah tangga hampir mencapai 98%. Akan tetapi, dari jumlah tersebut tersisa 14.008 yang masih aktif. Beberapa pelanggan yang tidak tertib membayar telah dinonaktifkan untuk sementara.(Are De Peskim/VoN)

 

Sikka
Previous ArticleLewat Linsek, Puskesmas Wairiang Lembata Tingkatkan Fungsi Pelayanan
Next Article Wakil Bupati Lembata Launching Gerakan “Aku Anak Sehat dan Cerdas”

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.