Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Selain Kualitas Buruk, Deker di Wae Lecok Dinilai Korbankan Petani
Regional NTT

Selain Kualitas Buruk, Deker di Wae Lecok Dinilai Korbankan Petani

By Redaksi23 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah petani sedang memantau deker di Wae Lecok (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Deker di jalur Deno-Lawir, tepatnya di Wae Lecok desa Golo Lero Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sudah jebol.

Padahal, proyek jalan yang diduga milik salah satu anggota DPRD Matim berinisial AJ tersebut baru dikerjakan tahun 2016 lalu.

Selain kualitas pekerjaan buruk, pembangunan deker di Wae Lecok juga dinilai telah mengorbankan petani di daerah itu.

Baca: Belum Setahun, Deker di Wae Lecok Lawir Sudah Jebol

Pasalnya, pembangunan deker dengan lebar sekira 1,5 meter itu menutup saluran air menuju persawahan warga.

Akibatnya, puluhan hektare milik belasan petani di desa Golo Lero mengalami kekeringan dan gagal panen pada tahun 2016 lalu dan terancam gagal tanam di tahun 2017 ini.

Yosep Santu, petani asal desa Golo Lero kepada VoxNtt.com, Selasa (19/9/2017) lalu mengatakan sejak proyek deker itu dikerjakan, sawah mereka tidak dialiri air.

Para petani sedang mengerjakan saluran irigasi baru yang sebelum ditutup akibat pembuatan deker (Foto: Nansianus Taris/VoN)

“Kami ini korban dari deker ini. Lihat saja kami punya sawah sudah kering kerontang. Yang di atas ini masih dialiri air, sehingga mereka punya sudah hampir panen,” ujar Yosep saat berbincang-bincang di Wae Lecok.

Hal senada disampikan, Petrus Weong petani asal Desa Wejang Mawe.

Petrus mengaku kecewa dengan pembangunan deker yang dibuat pemerintah itu.

Bahkan, dia menilai pemerintah tidak memikirkan dampak yang terjadi bagi masyarakat sekitar dalam pembangunan deker tersebut.

“Sumber hidup kami sebagai petani ini dari sawah. Karena sawah sudah kering, kami mau makan apa. Sudah sengsara tambah sengsara lagi,” katanya.

Kedua petani itu pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Matim agar memperhatikan nasib mereka, terutama saluran irigasi menuju persawahan.

Saat saluran irigasi ditutup, para petani memang kembali bergotong-royong membuka saluran irigasi baru.

Namun, usaha mereka kala itu tidak sempat menyelamat padi yang sementara tumbuh.

“Kami sudah sampaikan kepada pejabat Matim yang lewat di sini untuk buat saluran irigasi. Mereka bilang, tunggu saja. Harapannya, itu tidak sebatas janji. Mesti ada realisasi nantinya. Kami tunggu itu,” kata kedua petani dengan serempak. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleLagi, Kapolda NTT Didesak Segera Selidiki Kasus Penembakan Hilarius oleh Oknum Polisi
Next Article Irigasi Wae Mantar II Ambruk, DPRD: Itu Karena Kualitas Buruk

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.