Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Sejumlah Bupati Digadang Maju di Pilgub 2018, Pengamat Sebut Tak Ada Yang Istimewa
HEADLINE

Sejumlah Bupati Digadang Maju di Pilgub 2018, Pengamat Sebut Tak Ada Yang Istimewa

By Redaksi27 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Baliho Bupati Ngada, Marianus Sae yang di ruas Jl. El Tari, Maumere, Kabupaten Sikka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Belakangan ada sejumlah Bupati di NTT yang digadang-gadang bakal maju bertarung dalam Pilgub NTT 2018 mendatang.

Ada Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, Bupati Ngada Marianus Sae dan Bupati Kupang Ayub Titu Eki, serta mantan Bupati Manggarai dua periode Christian Rotok. Rotok sendiri pernah maju dalam Pilgub NTT sebelumnya.

Terkait hal itu, pengamat politik pada Institute for Resource Governance and Social Change dan pengajar pada Jurusan Ilmu Politik Unicersitas Nusa Cendana, Rudi Rohi menilai tidak ada yang istimewa.

“Kemunculan nama-nama itu adalah hal yang wajar. Tidak ada yang istimewa. Hanya saja setiap warga negara punya hak yang sama untuk memilih dan dipilih,” terangnya saat dihubungi VoxNtt.com, Selasa (25/9/2017).

Menurut Rudi untuk untuk konteks dan persoalan yang dihadapi NTT saat ini dibutuhkan akselerasi dan ketepatan menjawab masalah.

Ditambah lagi dengan perbedaan skala antara provinsi dan kabupaten/kota, yang mana akan lebih kompleks masalah di tingkat provinsi dibandingkan di daerah.

“Sejauh ini saya belum melihat ada kepala daerah kabupaten/kota yang memiliki kemampuan untuk itu,” tegasnya.

Ditambahkannya pula bila model politik primordial dan politik uang masih dipakai untuk mengkonsolidasikan basis suara, maka akan sulit bagi pemimpin-pemimpin terus untuk melakukan akselerasi dan merespon masalah-masalah yang ada ketika memimpin nanti.

“Saya kembalikan pertanyaan ke publik apakah ada pemimpin yang bebas dari isu-isu ini?” ungkap Rudi retoris.

Berdasarkan hasil survey yang diumumkan oleh Lembaga Survei Populi Center belum lama ini nama-nama tersebut kalah bersaing dengan sejumlah nama lain.

Hal itu baik dari sisi elektabilitas maupun popularitas.

Dari sisi elektabilitas Christ Rotok, Ray Fernandes dan Marianus Sae berada di urutan ke 4 dan 5 sedangkan Ayub Tuti Eki berada pada posisi 7.

Meskipun demikian, mereka kalah dari Eston Foenay, Benny Kabur Harman, dan Ibrahim Medah.

Sementara itu dari sisi popularitas hanya hanya Christ Rotok yang masuk dalam 5 besar. (Are De Peskim/AA/VoN)

Sikka
Previous ArticlePekerja Tolak Rencana Outsourcing oleh Manajemen RSUD T.C. Hillers
Next Article GMNI Kecam Oknum DPRD Matim yang Diduga Kerja Proyek

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Gubernur NTT Minta Penyaluran KUR Tepat Sasaran untuk Masyarakat Miskin

19 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.