Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tujuh Jam Mahasiswa Manggarai ‘Bertarung’ di Maumere
HEADLINE

Tujuh Jam Mahasiswa Manggarai ‘Bertarung’ di Maumere

By Redaksi30 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pasukan meka landang (tamu) Caci dari IMAPELMA Ende (Foto: Are de Peskim/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Kurang lebih 7 jam anak-anak Manggarai yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa/i Asal Manggarai di Maumere (IMAMM) dan Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai Ende (IMAPELMA) bertarung di Lapangan Kota Baru, Maumere pada Sabtu (28/10/2017).

Pantauan VoxNtt.com mereka bertarung satu sejak Pukul 10:00 sampai kurang lebih pukul 17:00 Wita sore hari.

Mereka tidak sedang terlibat tawuran ala anak sekolahan atau perang tanding memperebutkan batas wilayah.

Mereka adu ketangkasan dalam pertunjukkan caci yang mana pasukan IMAM berperan sebagai tuan rumah atau atau jaga batas sementara IMAPELMA berperan sebagai tamu atau meka kandang.

Laiknya caci yang digelar di Manggarai, para peserta uji ketangkasan tradisional tersebut melengkapi diri dengan nggiling (tameng) dan agang (cambuk) sebagai alat tempur.

Masing-masing petarung mengenakan busana khas caci yakni celana panjang putih, kain adat, giring-giring, serta melindungi kepala dengan restart dan topi dari kulit kerbau.

Sesekali mereka melakukan lomes. Pertunjukkan diiringi dengan gong dan gendang serta nyanyian dalam bahasa daerah.

Ketua IMAM, Erentius Holivil dalam sambutannya sebelum caci digelar menyatakan pertunjukkan caci tersebut sengaja digelar untuk memperingati Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

“Kita orang muda harus menunjukkan bahwa kita bisa. Dengan pertunjukkan caci ini kita menunjukkan siapa kita dan mempertahankan warisan budaya nenek moyang,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh pastor moderator IMAMM, Later Ansensius Guntur, SC.

Dirinya mengapresiasi semangat mahasiswa Manggarai untuk menyelenggarakan pertunjukkan caci dalam memperingati Sumpah Pemuda.

“Saya dan para orang tua dari Manggarai yang ada di Maumere mendukung komitmen mereka untuk mempertahankan budaya,” terangnya kepada VoxNtt.com pada Sabtu (28/10/2017).

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleAsty Dohu Dipecat, Harapan ada di Pundak Komisi A DPRD Matim
Next Article Arthur Lay Tetapkan Standar Baru untuk HIPMI NTT

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Gubernur NTT Minta Penyaluran KUR Tepat Sasaran untuk Masyarakat Miskin

19 Februari 2026

Sehari Hari Hilang, Seorang Nelayan di Maumere Ditemukan Tewas

18 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.