Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Longsor Nuamuri Ende, PPK 62 Salahkan Masyarakat
Regional NTT

Longsor Nuamuri Ende, PPK 62 Salahkan Masyarakat

By Redaksi7 November 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jalan negara di Desa Nuamuri Ende yang tertutup longsor akibat hujan sepekan terakhir (Foto: Aloysius)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Longsor yang terjadi di Liakutu, Desa Nuamuri, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende pada Senin, (6/11/2017) sore membuat pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 62 ruas jalan Ende-Wolowaru bereaksi.

PPK menyebutkan, longsor terjadi disebabkan perilaku masyarakat yang mengumpulkan batu di kawasan tersebut.

Baca: Hujan Sebabkan Longsor di Nuamuri Ende

Staf PPK 62, Mansuetus Karo kepada wartawan Selasa pagi menyatakan, pihaknya sudah memberi peringatan agar warga tidak menggali dan memungut batu di sekitar bukit Liakutu.

Namun, warga tidak mengindahkan peringatan lantas terus berbuat hal serupa.

“Longsor itu akibat dari perilaku masyarakat. Kita sudah buat surat dan buat rambu-rambunya tapi pasang baru satu jam sudah hilang,” kata Mansuetus di kantor PPK Ende.

Akibat perilaku masyarakat yang terus menggali dan mengumpul batu, kata dia, menyebabkan material berupa batu dan tanah runtuh hingga ke badan jalan saat musim hujan.

“Hanya roda dua yang bisa lewat. Roda empat belum bisa karena ada batu besar di tengah jalan. Petugas sudah turun tadi malam dan sedang bersihkan jalur itu,” tutur dia.

Meski demikian, kata dia, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Penanganan masih sifat darurat. Itu akibat dari gali batu, dan gantung sehingga runtuh. Tidak ada korban jiwa,” pungkas Mansuetus.

Penulis: Ian Bala

Editor: Adrianus Aba

 

Ende
Previous ArticleKeberatan Tua Gendang Jawang Soal Pengukuran Tanah Ulayat Sangat Beralasan
Next Article 220 Warga Aesesa dapat Bantuan Rumah

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.