Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kemenpar Akui Ende Produksi Film Dokumenter Pertama di Indonesia
NTT NEWS

Kemenpar Akui Ende Produksi Film Dokumenter Pertama di Indonesia

By Redaksi19 November 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu gambar dalam film dokumenter yang berjudul "Ria Rago" di Ndona, Ende Flores NTT (Foto: istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mengakui Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur produksi film dokumenter pertama di Indonesia.

Film dokumenter yang berjudul “Ria Rago” diproduksi pada tahun 1930 dengan mengangkat tentang cerita rakyat di Ndona Ende pada tahun 1923.

Film disutradarai Misionaris SVD, Pastor Simon Buis dengan sistem suara silent dibahas khusus Kemenpar Bidang Budaya.

Staf Khusus Menteri Bidang Budaya RI, Taufiq Rajen mengatakan Kemenpar sedang berupaya menentukan wilayah Ende sebagai lokasi festival film dokumenter.

Cerita kawin paksa dengan mahar besar yang pernah difilmkan di Ende, tutur Taufiq, menarik perhatian bagi peminat film dokumenter Indonesia bahkan dunia.

“Maksud saya kita buat festival film mas, film dokumenter. Karena disini film dokumenter pertama (Indonesia, red) ada di Ende,”kata Taufiq kepada wartawan usai Workshop oleh Kemenpar di Hotel Grand Wisata, Ende NTT, Sabtu (18/11/2017).

Ia menjelaskan, upaya Kemenpar bidang budaya mesti didukung oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Ende. Tujuannya, untuk mengangkat budaya serta sejarah-sejarah strategis.

“Jadi, orang-orang pembuat film dokumenter, ya di seluruh dunia akan dibuat di Ende. Ya itu maksudnya,”katanya.

 

 

Penulis: Ian Bala

Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticlePuisi-Puisi Riady Jeharum
Next Article Rintangi Penyidikan, Pengacara Novanto Mesti Dipidana

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.