Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kelimutu Dikenal Danau Tiga Warna, Bukan Aksesoris Bangunan
NTT NEWS

Kelimutu Dikenal Danau Tiga Warna, Bukan Aksesoris Bangunan

By Redaksi22 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penampakan kawasan wisata Danau Kelimutu, Ende, Flores yang sudah disentuh dengan bangunan semenisasi (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Proyek anjungan serta beberapa bangunan yang bersifat semenisasi oleh Balai Taman Nasional Kelimutu (TNK) menjadi polemik.

Hal itu disebabkan sejumlah proyek dibangun di kawasan wisata alam Danau Kelimutu Ende, Flores, NTT.

Sejumlah pelaku pariwisata di Ende bersikukuh menolak proyek yang sedang berjalan. Bahkan mereka mendesak agar bangunan tersebut dibongkar karena menganggu ekosistem wisata alam.

Baca: Ini Kata Kemenpar Soal Pembangunan di Kawasan Gunung Meja Ende

Penolakan bangunan semenisasi tidak saja oleh pelaku pariwisata tetapi juga oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Nusa Bunga dan Lembaga Kepemerintahan Kabupaten Ende.

Karena dinilai merusak estetika alam, maka sejumlah elemen meminta TNK mengkaji ulang.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Derson Duka menyatakan, Kelimutu dikenal dengan danau berwarna yang memicuh wisatawan berkunjung. Bukan karena aksesoris bangunan megah.

“Danau Kelimutu merupakan wisata alam bukan wisata buatan manusia. Jadi, yang dibutuhkan keadaan alamnya,” katanya kepada wartawan di ruang kerja, Rabu (22/11/2017) siang.

“Esensi orang berwisata adalah karena keadaan alamnya Kelimutu. bukan karena bangunan atau aksesoris lainnya. Kalau danau berubah warna itu adalah hal yang luar biasa. Tetapi ketika ada bangunan disana menjadi tidak menarik untuk orang datang,” imbuh Derson.

Derson meminta pihak TNK agar tidak memoles Kawasan Danau Kelimutu berlebihan apalagi dengan pembangunan semenisasi.

Sebab menurutnya, tiga danau Kelimutu menjadi kekuatan dasar potensi wisata alam di Flores bahkan Indonesia. Sehingga, ia berharap agar potensi alam tersebut tidak disentuh oleh pembangunan lainnya.

“Kalau toilet itu penting karena bersentuhan dengan manusia. Kalau bangunan lain, tujuannya untuk apa? Tidak menarik sedikit pun untuk wisatawan,” ujar dia.

Kadis Pariwisata ini menjelaskan, aksi protes masyarakat berkaitan dengan esensi pariwisata. Bahwa wisata alam perlu dijaga bukan dikembang dengan pembangunan manusia.

“Buat apa wisatawan asing datang dan melihat bangunan, kok disana banyak. Kita mesti melayani wisata secara puas bahwa inilah sesungguhnya wisata alam,” tegas Kadis Derson.

Ia berharap aspirasi masyarakat perlu diterima pihak TNK untuk menjaga ekosistem dan keadaan alam di Kawasan Danau Kelimutu.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleDinas LHD Manggarai Diminta Bersihkan Sampah di Pasar Ruteng
Next Article Drainase Tidak Diperhatikan, Warga Ancam Blokir Jalan Kembur-Nceang

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.