Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Drainase Tidak Diperhatikan, Warga Ancam Blokir Jalan Kembur-Nceang
Regional NTT

Drainase Tidak Diperhatikan, Warga Ancam Blokir Jalan Kembur-Nceang

By Redaksi22 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi drainase di ruas jalan Kembur- Nceang yang rusak parah (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Drainase di ruas jalan Kembur-Nceang sudah lama ambruk. Namun hingga kini tidak kunjung diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim).

Padahal akibat jebolnya drainase di jalur itu membuat sebagian besar rumah warga yang ada di depan jalan terancam gantung, karena terkikis air got saat hujan.

Tidak hanya rumah warga yang terancam gantung, bahu jalan Kembur-Nceang itu pun nyaris putus.

Warga Kembur, kelurahan Satar Peot, Dami Jehalu kepada VoxNtt.com di lokasi, Rabu (22/11/2017) mengatakan sudah lama saluran got di sepanjang jalan ini rusak.

Kata dia, akibat rusaknya saluran got jalan itu puluhan rumah warga di Kembur terancam gantung karena terus terkikis air got setiap kali hujan.

“Rusaknya kedua bahu jalan. Got kiri kanan jalan rusak semua. Semua rumah kami ini terancam gantung. Kalau tidak kunjung diperbaiki nanti, kami gali ini jalan supaya air mengalir di tengah jalan , biar rumah kami aman. Atau kami blokir saja jalan ini nanti,” tegas Dami.

Kata dia, setiap hari jalan ini dilalui oleh dewan dan banyak pejabat yang bertugas di Lehong. Namun tidak peduli dengan kondisi jalan ini.

“Ini jalannya sudah mau putus sebagiannya. Atau tunggu hancur ada aksi baru pemerintah reaksi. Kami sangat mengharapkan pemerintah bisa perhatikaan kondisi ini. Rumah kami sudah terancam gantung,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini Dinas PUPR Matim belum berhasil dikonfirmasi.
Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleKelimutu Dikenal Danau Tiga Warna, Bukan Aksesoris Bangunan
Next Article Guru di TTU Jadi Tersangka Pencabulan Anak

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.