Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Program “Manggaraiku Hijau” Mulai Gencar Digerakan
Regional NTT

Program “Manggaraiku Hijau” Mulai Gencar Digerakan

By Redaksi4 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Saat ini program “Manggaraiku Hijau” di Kabupaten Manggarai-Flores, Nusa Tenggara Timur mulai gencar digerakan.

Program ini merupakan gerakan sadar pencinta lingkungan di kabupaten itu dengan cara menanam dan marawat pohon di sekitar sumber mata air.

Kelompok pencinta lingkungan yang mendorong gerakan “Manggaraiku Hijau” merupakan gabungan sejumlah elemen, seperti, para mahasiswa STKIP St Paulus Ruteng, sejumlah kaum muda kota Ruteng, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Thirta Komodo Ruteng, Pemkab Manggarai, KPUD Manggarai, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manggarai Raya.

Selain itu, elemen lain yang bergabung, antara lain, Forum Komunitas Palang Merah Remaja (FKPMR), Research Institute, dan bahkan beberapa turis manca Negara.

Pantauan VoxNtt.com, hari ini, Jumat, (4/11/2016), para penggiat gerakan “Manggaraiku Hijau” ini mulai menggalakan penanaman pohon di sumber mata air Ulu Wae Ces Ruteng.

Sumber mata air ini terletak di lereng bukit Golo Lusang, tepatnya di samping jalan Pronvinsi NTT Ruteng-Iteng.

Hendrik Dewanto Dao, Kordinator kegiatan penanaman menjelaskan, gangguan terhadap lingkungan hidup terutama kerusakan hutan dan ketiadaan air dapat mengancam kehidupan makluk hidup.

Kata dia, ketiadaan air salah satunya disebabkan karena pertumbuhan pohon-pohon sebagai sumber air terus tergerus.

“Air sebagai kebutuhan dasar manusia adalah sesuatu yang tak terbantahkan. Kehadiran (penanaman pohon) kita hari ini salah bentuk kesadaran untuk mencegah persoalan air,” ujar Hendrik di sela kegiatan penanaman 600-an anakan pohon di Ulu Wae Ces. (AA/VoN)

 

Manggarai
Previous ArticleKapolres Mabar Sumbang Buku Untuk SDN Bungku
Next Article Kelompok Pecinta Lingkungan Tanam Pohon Di Seputar Mata Air Kota Ruteng

Related Posts

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
Terkini

JPIC OFM Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa melalui Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

10 September 2026

Benturan Budaya Generasi Z dalam Birokrasi Feodal

10 September 2026

Gubernur NTT: Gempa Boleh Mengguncang, tapi Jangan sampai Ada Warga yang Tertinggal

9 September 2026

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026

Partai Perindo Terus Bergerak, Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak di Manggarai Barat

9 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.