Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Para Pemilih Masih Terjebak dalam Proses Politik Prosedur
Pilkada

Para Pemilih Masih Terjebak dalam Proses Politik Prosedur

By Redaksi4 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPD PAN Ngada, Kristo Loko
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Ketua DPD PAN Ngada, Kristo Loko mengatakan saat ini rakyat sedang gelisah ketika diminta mengambil bagian dalam proses politik.

Kalau pun terlibat, rakyat atau para pemilih masih terjebak dalam proses politik prosedur.

Dalam memilih, dia hanya mengenal hal-hal sifatnya prosedural seperti, proses dan tahapan pemilu yang harus dilalui.

Menurut Kristo, rakyat seakan tak peduli lagi soal kualitas calon pemilin yang dipilihnya.

” Kalau ini saja dianggap sudah cukup dalam proses demokrasi, apa ini jaminan pemimpin baik eksekutif maupun legislatif yang dihasilkan dalam pemilu itu berkualitas,” ujar dia ‎dalam sebuah seminar dan kompetisi debat bertajuk Politik dan Demokrasi, di aula Bappeda Ngada, belum lama ini.

Dikatakan, kegelisahan tersebut dipicu oleh karena para pemilih kurang diberi pemahaman dan tidak dipersiapkan dengan baik dalam menyongsong pesta demokrasi.

Lebih lanjut dia menyebut, tugas menghasilkan pemimpin yang cerdas haruslah dimulai dari para pemilih cerdas pula.

Pemilih cerdas yang dididik dengan baik, sehingga mampu menghasilkan critical mass dan bukan floating mass.

Dikatakan Kristo, Negara sudah mengalokasikan dana bantuan untuk Partai politik, dimana 60 persen di antaranya harus digunakan untuk pendidikan politik.

Karena itu, pendidikan politik tidak bisa diabaikan.

Selanjutnya, rekruitmen politik yang baik untuk menyiapkan kader pemimpin yang hebat.

Kristo meyakini, tanpa pendidikan politik dan rekruitmen yang baik, maka pemimpin muncul lebih karena kecelakaan (leadership by accident), dan bukan karena disiapkan atau direncanakan (leadership by design).

 
Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Ngada
Previous ArticleAPI Kartini: Pendidikan Politik Bagi Perempuan Sangat Penting
Next Article TPT Jembatan Wae Laing Ambruk, Begini Respon Dinas PUPR Matim

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Muscab, Yosef Hasmi Dorong Kader Kuasai Ruang Digital

30 Mei 2026

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Bawaslu Manggarai Gandeng Mahasiswa Konsolidasi Demokrasi di Tengah Ancaman Politik Uang dan Hoaks

28 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.