Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Aktivis PMKRI Dianiaya, Polres Manggarai Dikutuk
MAHASISWA

Aktivis PMKRI Dianiaya, Polres Manggarai Dikutuk

By Redaksi9 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para aktivis PMKRI saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Mapolres Manggarai, 9 Desember 2017 ( Foto: Adrianus Aba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Wilibaldus Kuntam, salah satu alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mengutuk keras tindakan represif pihak Polres Manggarai kepada para aktivis organisasi itu.

Tindakan penganiayaan tersebut dilakukan saat puluhan anggota PMKRI Ruteng menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Mapolres Manggarai, Sabtu (09/12/2017). Aksi tersebut dalam rangka merayakan Hari Anti Korupsi sedunia.

Sejumlah polisi yang sedang berjaga jalannya demonstrasi memukul beberapa anggota PMKRI Ruteng. Bahkan, ada oknum polisi yang mengancam mematahkan batang leher para aktivis, jika berani melawan polisi.

Baca: Demo di Ruteng, Polisi Pukul Aktivis PMKRI dan Ancam Patah Batang Leher

“Tindakan kekerasan adalah perbuatan yang melawan konstitusi RI, konstitusi sangat jelas mengatur larangan tindakan kekerasan,” ujar Wili kepada VoxNtt.com, Sabtu sore.

Dia mengaku geram lantaran di tengah Kepolisian Republik Indonesia sedang membangun visi yakni menjadikan instansi negara itu sebagai lembaga yang mengayomi dan demokratis, namun aparat masih tetap melakukan tindakan kekerasan.

“Dengan tindakan represif maka visi kepolisian itu hanyalah isapan jempol belaka,” tegas Wili.

Apalagi kata dia, demonstrasi sebagaimana dilakukan aktivis PMKRI Ruteng adalah salah satu cara menyampaikan aspirasi di era demokrasi.  Kebebasan menyampaikan pendapat telah dijamin undang-undang.

Kerena itu, Wili berharap agar Kapolres Manggarai, AKBP Marselis Sarimin Karong segera menindak tegas oknum polisi yang melakukan tindakan pemukulan terhadap aktivis PMKRI Ruteng.

Baca: PMKRI Cium Aroma Pungli di Satlantas Polres Manggarai

“Polisi seharusnya menggunakan pendekatan yang humanis dan demokratis dalam menghadapi aktivis,” ujar mantan Ketua Presidium PMKRI Ruteng itu.

Wili meyakini pendekatan humanis itu dapat mewujudkan visi kepolisian yakni menjadi institusi yang melayani dan mengayomi masyarakat.

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleHari Anti Korupsi Sedunia Tak Berpengaruh Apa-apa
Next Article Komda PMKRI Flores Mengutuk Tindakan Represif Polres Manggarai

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.