Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Berstatus Negeri, Gedung SMPN 4 Sambi Rampas Masih Darurat
HEADLINE

Berstatus Negeri, Gedung SMPN 4 Sambi Rampas Masih Darurat

By Redaksi19 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi ruangan darurat SMPN 4 Sambi Rampas (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Meski berstatus sekolah negeri, SMPN 4 Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) masih menggunakan gedung darurat.

Dua gedung sekolah yang beralamat di Satar Mawu, Desa Wela Lada, Kecamatan Sambi Rampas itu masih berdinding bambu dan berlantai tanah. Gedung darurat yang digunakan siswa dalam proses belajar mengajar dibangun atas inisiatif masyarakat dan pihak sekolah pada tahun 2015 yang lalu.

Guru SMPN 4 Sambi Rampas, Fendi Ruem kepada VoxNtt.com di Borong, Selasa (18/12/2017), membenarkan kondisi dua gedung darurat yang hingga tak kunjung diperhatikan pemerintah itu.

“Kalau hujan ruangan kelas dipenuhi air. Air hujan masuk dari dinding juga dari samping bawah ruangan. Akibatnya, proses KBM tidak berjalan efektif,” aku Fendi.

Mirisnya kata dia,  kondisi gedung darurat itu saat ini sudah miring akibat angin deras dan hujan lebat pada Januari lalu. Kemungkinan tidak bertahan lama lagi. Apalagi sekarang memasuki musim hujan.

“Gedungnya sudah miring. Rangka-rangka atapnya juga mau terlepas,” ujar Fendi.

Menurut dia SMPN 4 Sambi Rampas sebenarnya membutuhkan 6 ruangan kelas permanen. Sebab sudah ada 6 rombongan belajar dengan total siswa sebanyak 150 orang.

Saat ini hanya ada tiga ruangan kelas yang permanen. Sedangkan dua lainnya masih darurat.

Kondisi ruangan darurat itu juga tidal sesuai ukuran normal. Hanya berikuran 5×6 meter. Selain itu, fasilitas di dalamnya juga masih sangat minim.

“Bayangkan, satu bangku diduduki empat orang. Itu pun karena terpaksa,” ungkap Fendi.

Dia mengaku gedung perpustakaan terpaksa dipakai multiguna. Itu karena keterbatasan ruangan.

Gedung perpustakaan dipakai sebabagai ruang olahraga, perpustakaan, ruang Kepala Sekolah, dan ruang guru.

Tokoh masyarakat Satar Mawu, Yohanes Fander berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim untuk memperhatikan kondisi gedung SMPN 4 Sambi Rampas tersebut.

“Kasian anak-anak dan guru kalau hujan. Ruang kelas dipenuhi air. Jadinya kan kegiatan belajar terganggu. Mohon ini diperhatikan. Darurat sekali gedungnya,” ungkanya.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleMengapa Kita Sok Rasional?
Next Article HUT NTT ke-59, Pemprov Gandeng IRGSC Telisik Hasil Pembangunan

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.