Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Tenun Belu Salah Satu Terbaik di Indonesia
Seni dan Budaya

Tenun Belu Salah Satu Terbaik di Indonesia

By Redaksi6 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT– Kain tenun dengan motif yang khas dengan menggunakan pewarna alami dari kabupaten Belu, merupakan salah satu tenunan terbaik yang ada di Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Jendral Dewan Kerajinan Nasional (Degranas), Euis Saedah di Atambua Jumat, (5/1/2018) dalam kegiatan pelatihan lanjutan pemanfaatan pewarna alami bagi kelompol Tenun Ikat di kabupaten Belu.

“Indonesia itu sangat kaya alam dan budayanya. Ternyata di Belu ini luar biasa. Dan menurut pengamatan saya merupakan salah satu terbaik di antara semua tenun yang ada di Indonesia” demikian diakui Euis.

Euis mengatakan bahwa keindahan tenun ikat Belu yang eksotik mendapat posisi tawar yang tinggi karena saat ini dunia mulai melirik produk eco-fashion dan salah satunya adalah tenun Belu dengan pewarna alami.

Dirinya mengaku sangat gembira karena ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Degranasda) Kabupaten Belu sangt pro aktif untuk mengembangkan potensi tenun ikat dengan menggunkan pewarna alami. Menurut dia dengan cara tersebut, warisan budaya dapat dihidupkan kembali.

Pada kesempatan itu, Euis juga meminta agar Degranasda di kabupaten dan propinsi membangun sinergi dengan Degranas untuk sama-sama bekerja melestarikan budaya.

Pelatihan lanjutan mahir menggunakan pewarna alami didampingi oleh Yayasan Warna Alam Indonesia(Warlami) yang bekerja sama dengan Degranasda kabupaten Belu.

Terpisah, ketua Warlami Indonesia, Myra Widiono mengatakan bahwa potensi bahan pewarna alami di Belu sangat luar biasa.

Hal tersebut diketahuinya setelah tiga kali melakukan penelitian lapangan dan bersama timnya, Myra menemukan banyak corak warna yang khas di Belu.

Setelah menemukan potensi bahan pewarna alami, Myra bersama tim Warlamai sudah melakukan uji coba dan sudah tiga kali memberikan pelatihan pewarnaan alami kepada 80 orang penenun di Belu. Bahan-bahan pewarna ini diambil dari hutan di kecatan Raimanuk Belu.

Penulis:Marcel Manek

Editor: Boni J

Tenun NTT
Previous ArticleDiduga Jalan Licin, Mobil Polres Manggarai Masuk Got
Next Article Bayi Lahir Tanpa Anus, Begini Penjelasan Pihak RSUD Kefamenanu

Related Posts

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026

Festival FEAST di Labuan Bajo Tampilkan Olahan Songkol dan Tapa Kolo

5 Mei 2026

Gubernur NTT: Tenun Ikat Bukan Sekadar Kain, Melainkan Identitas Daerah

14 Desember 2025
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.