Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bayi Lahir Tanpa Anus, Begini Penjelasan Pihak RSUD Kefamenanu
NTT NEWS

Bayi Lahir Tanpa Anus, Begini Penjelasan Pihak RSUD Kefamenanu

By Redaksi6 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi bayi dari pasangan Jemi I.Gremi Asa dan Maria M.Kefi yang lahir tanpa lubang anus (Foto: Eman/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Kelahiran bayi tanpa lubang anus di RSUD Kefamenanu pada Rabu (03/01/2018) merupakan kejadian yang pertama kali terjadi .

Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut merupakan buah hati dari pasangan Jemi I.Gremi Asa dan Maria M.Kefi.

Plt.Dirut RSUD Kefamenanu, Robert Tjeunfin saat diwawancarai media ini pada Jumat (05/01/2018) menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan bayi bisa terlahir tanpa lubang anus.

Salah satunya juga dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan.

BACA: Bayi Tanpa Anus Lahir di RSUD Kefamenanu

Selain itu, jelas Robert kurangnya asupan gizi dan juga mengkonsumi obat yang berlebihan selama masa kehamilan juga dapat menyebabkan hal tersebut terjadi.

“Jadi beberapa hal itu yang mempengaruhi, faktor genetik terus konsumsi obat yang berlebihan dan juga asupan gizi yang kurang selama masa kehamilan bisa menyebabkan terjadinya kelahiran bayi tanpa lubang dubur itu “jelas Robert.

Lebih jauh Robert menjelaskan bahwa untuk penanganan pasien yang mengalami kondisi seperti itu maka satu-satunya solusi yakni dengan melakukan operasi.

“Satu-satunya jalan ya harus operasi,kita belum miliki fasilitas yang lengkap dan dokter untuk operasi jadi harus dirujuk ke kupang “kata Robert.

Penulis:Eman Tabean

Editor: Irvan K

TTU
Previous ArticleTenun Belu Salah Satu Terbaik di Indonesia
Next Article Dimutasi ke Polda NTT, Kapolres Marselis: Justru Itu Lebih Bagus

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.