Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Nteer Kembali Longsor, Pemkab Manggarai Harus Buka Mata
Regional NTT

Nteer Kembali Longsor, Pemkab Manggarai Harus Buka Mata

By Redaksi8 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Longsor di jalan negara Ruteng-Labuan Bajo, tepatnya di Nteer, Desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai (Foto: facebook)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Longsor kembali terjadi di jalan negara Ruteng-Labuan Bajo, tepatnya di Nteer, Desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, Minggu (07/01/2018).

Diduga, peristiwa itu disebabkan karena aktivitas penggalian batu yang masif beberapa tahun terakhir ini. Akibatnya, lalu lintas di jalan negara itu macet total.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Manggarai, Nadus Nasur meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk segera buka mata. Menurutnya, ada dua hal yang perlu dilakukan pemerintah agar peristiwa serupa tak terulang lagi.

“Pertama, pemerintah harus serius memberikan sosialisasi tentang bahaya penggalian batu pasir di wilayah sekitar jalan negara yang berpotensi longsor. Kedua, melarang masyarakat beraktivitas khususnya di daerah kawasan yang rawan longsor serta bagi yang melanggar diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku,” katanya melalui pesan singkat, Minggu (7/1/2017).

Selain itu, Politisi Hanura tersebut juga menyarankan agar pemerintah segera memasang tanda larang penggalian batu atau pasir di lokasi tersebut. Upaya itu bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya longsor.

“Saya juga minta supaya pemerintah segera pasang tanda larangan penggalian batu atau pasir di lokasi itu, termasuk pada beberapa tempat yang rawan longsor,” ujar Nasur.

Kontributor: Ano Parman
Editor: Irvan Kurniawan

Manggarai
Previous ArticleTerkait Status Hukum Aldo, Polda NTT Masih Tutup Mulut
Next Article HARMONI Daftar Pertama di KPU NTT, Ini Tanggapan DPRD Mabar

Related Posts

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.