Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Melalui Arisan Buku, Komunitas Istana Bambu Galang Buku Untuk Pendidikan NTT
HEADLINE

Melalui Arisan Buku, Komunitas Istana Bambu Galang Buku Untuk Pendidikan NTT

By Redaksi11 November 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kita bergerak dengan  bahu membahu, rapatkan barisan, hilangkan curhat-curhatan negatif soal provinsi ini dan mari bergerak

Kota Kupang, VoxNtt.com-Komunitas Taman Baca Istana Bambu adalah komunitas yang dibentuk atas dasar kesadaran akan kondisi  pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sampai saat ini masih terbilang rendah dari budaya baca.

Atas dasar itu, komunitas yang sampai saat ini sudah diikuti puluhan anak muda di Kota Kupang dan dari berbagai daerah di NTT berniat menggalang buku dari donatur untuk kemudian disumbangkan ke berbagai sekolah di NTT.

Tak hanya di NTT, komunitas Taman Baca Istana Bambu ini sekarang berada di beberapa kota di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Jogja dan Malang

Heribertus Kamang, Ketua komunitas Taman Baca Istana Bambu NTT mengatakan selain menggalang buku dari orang-orang NTT, jaringan mereka yang tersebar di berbagai kota di atas juga turut membantu menyumbangkan buku untuk NTT.

“Sampai sekarang sudah ada 50-an buku yang berhasil terkumpul” Katanya kepada VoxNtt.com (11/11)

Istana Bambu juga hadir sebagai wadah untuk menghimpun orang muda kreatif  agar mereka dapat memberikan maanfaat bagi daerahnya terutama dalam dunia pendidikan.

“Sampai saat ini saya sudah kontak teman-teman di daerah agar secepatnya bergerak menghimpun anggotanya dan menggalang buku dari donatur” Kata Heribertus

Ia berharap agar kaum muda sebagai garda terdepan dan benteng terakhir dalam membangun NTT secara gotong royong.

1969214_549292765217546_3795791788042444711_n
Foto: Heribertus Kamang, Ketua komunitas Istana Bambu NTT

“Kita bergerak dengan  bahu membahu, rapatkan barisan, hilangkan curhat-curhatan negatif soal provinsi ini dan mari bergerak” pungkasnya dengan penuh semangat.

Untuk program pertama, mereka membidik SDN Watu Deru, Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur sebagai tujuan pengumpulan buku.

Selain di sekolah ini kekurangan buku bacaan, Heribertus mengaku mendapat keluhan dari guru-guru di SD tersebut yang telah disampaikan dalam proposal mereka.

“Setelah di Matim, kita nanti akan bergerak di kabupaten lain untuk menyumbangkan buku. Tentunya melalui komunitas daerah setempat kita akan mencari sekolah mana yang paling memutuhkan buku, baru kita galang” ungkapnya.

Arisan Buku

Selain menggalang buku, komunitas ini juga sedang mengadakan arisan buku untuk anggota komunitas yang berdomisili di Kota Kupang.

Dikatakan Heribertus, melalui arisan buku yang diadakan sebulan dua kali, anggota komunitas menyisihkan uang jajan mereka untuk membeli buku-buku

Buku-buku tersebut kemudian disimpan di perpusatakaan komunitas untuk kemudian dibedah pada setiap kali arisan. Sebagian lagi, lanjutnya akan disisihkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.

“Arisan buku sebenarnya arisan kaum intelektual khususnya mahasiswa untuk menambah khazanah pengetahuan kami” jelasnya.

Melalui arisan buku, lanjutnya, anggota komunitas tidak hanya membagikan buku-buku ke sekolah tetapi juga memperkuat budaya literasi (membaca dan menulis) di dalam komunitas itu sendiri. (Andre/VoN)

 

 

 

Kota Kupang
Previous ArticleElsam dan PBH Nusra Fasilitasi SKPD Sikka Belajar HAM
Next Article Diserang Hama, Produksi Padi Lembor Diprediksi Turun

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026

Kuasa Hukum Gusty Pisdon Sebut Tak Ada Narasi Suap Jaksa dalam Putusan Tipikor Kupang

15 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.