Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Tahun 2018, Rp 136 Miliar Dana Desa Mengalir ke TTU
VOX DESA

Tahun 2018, Rp 136 Miliar Dana Desa Mengalir ke TTU

By Redaksi21 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes, S.Sos
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Pada tahun 2018 ini, sebanyak Rp 136 miliar dana desa akan mengalir ke Kabupaten TTU.

Dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut akan digunakan untuk pembangunan di-161 desa yang tersebar di kabupaten tersebut.

Selain itu, pada tahun 2018 ini Pemda TTU juga telah mengalokasikan dana Rp 66 miliar yang akan disalurkan dalam bentuk alokasi dana desa (ADD) bagi seluruh desa.

“Tahun 2018 ini dana desa untuk Kabupaten TTU ada Rp 136 miliar dan juga dari APBD sendiri kita alokasikan Rp 66 miliar untuk ADD,” jelas Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes saat ditemui media ini di kediamannya, Sabtu (20/01/2018).

Kobes menjelaskan, dari 183 desa di TTU hanya 161 yang akan mendapatkan dana desa pada tahun 2018 ini.

Pasalnya, jelas mantan camat Kota Kefamenanu tersebut, 22 desa lainnya merupakan peralihan dari kelurahan sehingga masih perlu dilakukan kodevikasi .

“Hanya 161 desa saja yang dapat dana desa tahun ini, 22 lainnya karena kemarin baru peralihan dari kelurahan makanya masih harus dilakukan kodevikasi dulu,” jelas Wakil Bupati TTU dua periode tersebut.

Kobes pada kesempatan tersebut juga mengakui bahwa pengelolaan dana desa di banyak desa di Kabupaten TTU belum sesuai dengan apa yang diharapkan.

Hal tersebut disebabkan oleh minimnya sumber daya manusia di desa yang dapat mengelola dana desa dengan baik.

“SDM orang di desa kita yang masih kurang makanya pengelolaan dana desa banyak yang belum sesuai dengan harapan. Makanya saya sudah bertemu dengan fasilitator kabupaten untuk bisa dengan pendamping lokal desa memberikan pendampingan yang maksimal bagi pemdes dalam pengelolaan dana desa,” jelasnya.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleGolkar Optimis Paket Victory-Joss Menang di Ngada
Next Article KPU TTU Gelar Coklit Serentak di 460 TPS

Related Posts

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.