Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Seruan Moral Dari NTT Untuk NKRI
NASIONAL

Seruan Moral Dari NTT Untuk NKRI

By Redaksi11 November 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

 Melalui acara ini kita ingin menyatakan kepada sesama warga bangsa bahwa kita ingin hidup rukun bersama saudara di seluruh Indonesia

Jakarta, VoxNtt.com- Dampak dari Aksi Massa 4 November 2016  lalu di Jakarta menimbulkan  situasi dan kondisi bangsa yang tidak kondusif dengan ditandai menguatnya isu Suku, Agama, Ras dan antar Golongan.

Aksi ini dipandang sebagai faktor utama sehingga kondisi sosial-politik nasional berpotensi merusak semangat kebhinekaan Indonesia.

Melihat kondisi bangsa seperti ini warga diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) di wilayah DKI Jakarta yang tergabung dalam  “BAJA NTT” menggelar dialog kebangsaan yang bertajuk “Merawat Kebhinekaan Menjaga Indonesia” di Restoran Bumbu Desa, Jln. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat, (11/11).

Acara ini bermaksud untuk menyuarakan kembali semangat kebhinekaan yang sudah lama menjadi penopang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita di sini tinggalkan jaket kita, tinggalkan ego kedaerahan dan suku. Kita berkumpul bersama sebagai orang NTT. Melalui acara ini kita ingin menyatakan kepada sesama warga bangsa bahwa kita ingin hidup rukun bersama saudara di seluruh Indonesia”, jelas Melchias Markus Mekeng, inisiator terselenggaranya acara ini.

Melchias Mekeng menambahkan NTT harus menjadi garda terdepan untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan Indonesia.

Lebih lanjut Mekeng mengatakan kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk merefleksi kembali kehidupan kebhinekaan yang sudah lama menjadi kekhasaan bangsa Indonesia.

“Kita hidup dalam perbedaan, tapi kita tetap menjunjung tinggi persaudaraan. Itulah kebhinekaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia”, ujarnya.

Menurut Mekeng ancaman melalui berbagai aksi pihak tertentu yang ingin mengancam kebhinekaan Indonesia perlu direspon dengan cara menyerukan kembali bahwa bangsa Indonesia bukan milik kelompok tertentu atau agama tertentu, tapi milik seluruh masyarakat Indonesia.

Bagi BAJA NTT, realitas sosial-politik tanah air menjadi sebuah hal yang segera disikapi, baik oleh pemerintah maupun oleh seluruh masyarakat. Hal ini bermaksud untuk mendinginkan situasi yang tak kondusif ini.

“Kalau bangsa kita sudah seperti ini, ada apa-apa, lantas anak dan cucu kita nanti seperti apa. Bhineka Tunggal Ika kita rawat untuk menjaga Indonesia yang satu”, pungkas Mekeng.

Tokoh Muslim Hasyim Wajhmahing yang juga hadir dalam acara itu mengemukakan Indonesia ini bukan hanya milik warga Jakarta atau milik warga Muslim saja.

Indonesia adalah negara yang dihuni oleh berbagai suku, ras dan agama. Karena itu, tidak ada alasan untuk meniadakan yang lain. Antar suku, ras dan agama yang berbeda kita harus saling menghargai dan hormat-menghormati.

“Kami ingin mengajak seluruh warga bangsa ini menjaga kebhinekaan. NTT memulainya. Harapannya, provinsi-provinsi lain juga melakukan hal yang sama”, tegas Hasyim.

Selain menyuarakan seruan moral ini, BAJA NTT juga akan mendatangi berbagai lembaga keagamaan di Jakarta, diantaranya MUI, PP Muhamadiyah, PPNU, dan PGI.

Kunjungan ini dalam rangka bersilahturahmi dan berdialog dengan pimpinan lembaga lintas agama untuk menyerukan menjaga dan merawat kebhinekaan Indonesia agar tetap satu dan utuh. (Ervan Tou/VoN)

 

Previous ArticleMama Agnes Kende Lega Polisi kembalikan Uang Miliknya
Next Article Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo Temui Komnas HAM di Maumere

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.