Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo Temui Komnas HAM di Maumere
NTT NEWS

Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo Temui Komnas HAM di Maumere

By Redaksi12 November 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp
Bila jadi dibangun maja Waduk Lambo akan menghilangkan lahan pangan potensial, fasilitas umum seperti sekolah, kantor, rumah ibadah dan jalan, serta perkampungan warga dan kampung-kampung adat serta tempat ritual dan area berburu
Sikka,VoxNtt.com-Tak ingin masyarakat menjadi korban kekerasan aparat negara, utusan masyarakat yang menolak rencana pembangunan Waduk Lambo, Nagekeo, menemui Komnas HAM pada Jumat, (11/11) di Sylvia Hotel Maumere.
Kehadiran Komisioner Komnas HAM, M. Khoirun sebagai narasumber Pelatihan HAM untuk SKPD Sikka yang diselenggarakan di Elsam dan PBH Nusra dimanfaatkan Bernadinus Gaso dan kawan-kawan untuk mengeluhkan persoalan yang dialami masyarakat Desa Rendu Butowe, Desa Labolewa dan Desa Ulupulu.
“Situasi belakangan ini semakin memburuk. Beberapa hari lalu ibu-ibu di Rendu Butowe sampai melakukan aksi telanjang dada menghalau aparat dan tim survey dari lokasi namun Pemda Nagekeo sepertinya sudah tidak mempunyai hati nurani,” ujarnya.
Gaso yang ditemani Willy Be’i Ou, Siti Aisyah dan Frumen Wegu serta dua warga lainnya meminta agar Komnas HAM dapat membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan ini.
“Kami tidak mau rencana pembangunan Waduk Lambo ini hanya akan berakhir dengan mengorbankan rakyat kecil seperti kami ini,” ungkap perwakilan pemuda, Frumen Bei.
Dalam kesempatan tersebut, Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo (FPPWL) menjelaskan perihal kronologi perjuangan masyarakat dan alasan penolakan.
FPPWL tegas menyampaikan sikap masyarakat menolak wilayah ulayat dan lahan pertanian mereka diubah menjadi genangan air.
Pasalnya, Waduk Lambo yang rencananya akan mengalihfungsikan sekitar 413, 92 Ha ini tidak akan bermanfaat bagi masyarakat yang terkena dampak.
Menurut mereka, bila jadi dibangun maja Waduk Lambo akan menghilangkan lahan pangan potensial, fasilitas umum seperti sekolah, kantor, rumah ibadah dan jalan, serta perkampungan warga dan kampung-kampung adat serta tempat ritual dan area berburu.
Sebaliknya, kawasan yang berada di sebelah utara lokasi perencanaan Waduk Lambo merupakan daerah yang terjal dan tidak bisa digunakan untuk pertanian.
Oleh karena itu, FPPWL mewakili masyarakat Desa Rendu Butowe, Desa Labolewa dan Desa Ulupulu ingin agar Pemda Nagekeo menghentikan segala aktifitas di lapangan agar tidak memicu konflik dan Polres Ngada agar menarik pasukan dari Desa Rendu Butowe karena menimbulkan ketidaknyaman bagi warga.
Lebih jauh, Wakil Koordinator FPPWL, Willy Be’i Ou menegaskan bahwa masyarakat telah mengajukan solusi kepada Pemda Nagekeo.
“Kami sadar bahwa air merupakan kebutuhan publik tetapi tidak harus dengan mengorbankan kelompok tertentu karenanya kami usulkan agar lokasi waduk dipindahkan ke Malawaka, Kecamatan Aesesa Selatan, atau membangun beberapa small dam,” terangnya.
Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, M. Nurkhoirun dalam kesempatan tersebut lebih banyak bertanya dan menggali informasi. Khoirun memgatakan akan menindaklanjuti laporan dan pengaduan masyarakat Nagekeo tersebut. (Are/VoN)
Sikka
Previous ArticleSeruan Moral Dari NTT Untuk NKRI
Next Article Kantor Dirjen Perhubungan Laut Diduga Jadi Tempat ‘Memadu Kasih’

Related Posts

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026
Terkini

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.