Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kesal dengan Kepemimpinan YOGA, Warga Menaruh Harapan Kepada Paket MERPATI
NTT NEWS

Kesal dengan Kepemimpinan YOGA, Warga Menaruh Harapan Kepada Paket MERPATI

By Redaksi26 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat Paket Merpati bertatap muka dengan ratusan warga Pota (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Petani di Pota, Kecamatan Sambi Rampas mengaku kesal dengan kepemimpinan Yosef Tote dan Agas Andreas (YOGA), bupati dan wakil bupati Manggarai Timur (Matim).

Selama kurang lebih 10 tahun YOGA memimpin Matim, petani di Pota menilai sudah dianaktirikan oleh pemerintah.

“Selama 10 tahun petani di Pota tidak pernah menerima bantuan pemerintah,” ungkap salah satu warga Pota saat bertatap muka dengan pasangan Marselis Sarimin dan Paskalis Sirajudin (Paket MERPATI), bakal calon bupati dan wakil bupati Matim periode 2018-2023 di Dusun Sigit-Pota, Rabu (24/1/2018).

Baca: Warga Pota Siap Menangkan Paket Merpati

Menurut warga yang tak sempat dimintai identitasnya itu, bantuan pemerintah selama ini hanya ditujukan kepada orang-orang tertentu saja.

Saat berdialog dengan Paket MERPATI, warga itu mengaku bantuan yang disalurkan ke petani sarat dengan nuansa nepotisme.

Dia juga membeberkan, petani di Pota tidak pernah mendapatkan pupuk dari pemerintah.

“Katanya ada pupuk pemerintah yang dibagikan secara gratis untuk petani di sini. Tetapi sampai detik ini pun, kami petani di sini tidak pernah menerimanya. Bantuannya mungkin ada, tetapi dibagikan kepada mereka-mereka saja,” katanya.

Dia mengaku sangat kecewa dengan pemerintah. Padahal saat kampanye dahulu, YOGA pernah mengumbar janji kelak akan memperhatikan nasib petani di Pota.

Berdasarkan fakta itu, petani di Pota menaruh pesan dan harapan kepada Paket MERPATI. Berharap nanti jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Matim di Pilkada 27 Juni 2018 mendatang agar tidak melupakan rakyat kecil. Masyarakat di Pota bosan mendengar janji tanpa bukti.

“Kami minta nanti bapak berdua, kalau terpilih, jangan lupakan masyarakat di sini. Jangan seperti yang sebelumnya. Hanya janji manis tetapi tidak ada bukti. Harapannya, MERPATI tidak akan ingkar janji,” pintah sumber itu.

Mendengar keluhan tersebut, dengan kompak warga lain yang hadir dalam dialog dengan Paket MERPATI menyahut “betul itu”.

Baca: Sirajudin: Wakil Bupati Bukanlah Ban Serep

“Kami menampung semua harapan dari bapak-ibu sekalian. Tetapi kami tidak mau berjanji. Tentu kami buat itu nanti jika terpilih menjadi pemimpin Matim. Kami juga siap diprotes masyarakat, jika nanti kami tidak memperhatikan apa yang masyarakat butuhkan. Saat ini kami tidak mau beri janji. Kami ingin kerja, kerja, dan kerja untuk masyarakat,” ujar bakal calon bupati Paket MERPATI, Marselis Sarimin sebagai respon atas usulan warga tersebut.

 

Penulis: Nansianus Taris

Manggarai Timur
Previous ArticlePMKRI Ende Sumbang Kado Ulang Tahun Kasus Dugaan Gratifikasi
Next Article Peduli Nasib Warga, Marselis Turun Bersihkan Longsor di Wae Gera Kota Komba

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.