Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Cuaca Buruk, Kunjungan Wisatawan ke TN Komodo Dibatasi
Ekbis

Cuaca Buruk, Kunjungan Wisatawan ke TN Komodo Dibatasi

By Redaksi1 Februari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pulau Komodo (Foto: Maritim Tours)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Para wisatawan sedang dibatasi untuk berkunjung ke Taman Nasional Komodo (TNK) lantaran cuaca buruk.

Selama cuaca buruk melanda wilayah itu, otoritas TNK hanya mengizinkan wisatawan ke Pulau Rinca, daerah lain yang juga terdapat binatang komodo.

“Untuk sementara, para wisatawan kami hanya izinkan masuk ke Pulau Rinca karena kondisi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi masih melanda wilayah perairan sekitar Pulau Komodo,” kata Kepala TNK Sudiyono sebagaimana dilansir Antara, Rabu (31/01/2018).

Sudiyono mengatakan, tindakan itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan di laut akibat cuaca buruk.

Menurut dia, dalam kondisi normal saja, tercatat sebanyak 300 kapal yang setiap hari berlalu-lalang melayani wisatawan di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo, sehingga perlu dibatasi dalam cuaca buruk seperti sekarang.

“Untuk itu demi keamanan dan keselamatan wisatawan maka kami batasi areal kunjungan hingga kondisi cuaca membaik,” katanya.

Dia menambahkan wilayah perairan yang perlu diwaspadai adalah Padar Selatan dan Gili Lawak yang tengah dilanda hujan deras disertai pula petir dan angin kencang.

Sudiyono mengakui, pembatasan areal kunjungan ke TNK itu bisa berdampak pada menurunya arus kunjungan wisatawan, namun sifatnya hanya sementara untuk menjaga keselamatan para wisatawan sendiri.

 

Sumber: Antara
Editor: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai Manggarai Barat
Previous ArticleTidak Hadir Sidang I, Veronika Titip Surat untuk Majelis Hakim 
Next Article Sekda TTU: Masyarakat Jangan Takut Laporkan ASN yang Terlibat Politik Praktis

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.