Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Gereja Bedog Yogyakarta Diserang, Ini Sikap PMKRI
NASIONAL

Gereja Bedog Yogyakarta Diserang, Ini Sikap PMKRI

By Redaksi12 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gereja Santa Lidwina, Sleman yang diserang (Foto: Dok Michael Adhi Nugroho Tri Putranta/warga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) angkat bicara terkait aksi penyerangan terhadap Gereja Santa Lidwina Bedog-Yogyakarta, Minggu (11/2/2018).

“Saya atas nama Mandataris MPA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI Periode 2018-2020, Juventus Prima Yoris Kago menyesalkan peristiwa yang menimpa umat Katolik Gereja Santa Lidwina Bedog yang diserang oleh oknum yang ingin memecah belah perbedaan, keragaman, dan persatuan yang ada,” katanya melalui pesan WhatsApp, Minggu (11/2/2018).

“Kejadian ini harusnya tidak perlu terjadi di tengah negeri yang majemuk dan demokratis ini karena setiap orang Indonesia adalah warga Negara Indonesia yang mempunyai hak-hak asasinya yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar,” tegasnya.

Menurut Yoris Kago, penyerangan tersebut selain merupakan memecah belah persatuan dan kerukunan juga mengancam hak asasi warga negara dalam menjalankan kebebasannya untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya.

Sebab itu, Ketua Presidium Pusat PMKRI tersebut menyampaikan rasa empati yang mendalam dalam lima sikap sebagai berikut.

Pertama, mengutuk tindakan tersebut karena telah merampas hak dan kebebasan warga negara Indonesia dalam menjalankan ibadah.

Kedua, mendesak negara untuk hadir dan melakukan upaya-upaya tegas agar hal tersebut tak terulang.

Ketiga, menghimbau kepada setiap warga PMKRI di mana saja untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi dengan kejadian ini.

Keempat, tetap menjaga persatuan dan kerukunan di antara sesama warga negara dan terus membangun komunikasi yang tulus demi menjaga Indonesia dari tindakan-tindakan intimidatif dan destruktif atas nama apapun.

Kelima, mengharapkan dukungan terhadap kader-kader PMKRI Cabang Jogjakarta yang telah turun ke lokasi dan mendampingi umat Katolik Gereja Santa Lidwina dengan kekuatan penuh dan membantu pihak kepolisian menjaga kondusivitas di lokasi kejadian.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleOTT Marianus Sae: Waspada Ijon Politik Jelang Pilkada 2018!
Next Article Setelah OTT, Dua Ruangan di Kantor Bupati Ngada Disegel

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.