Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pasca Banjir, Dinas PUPR Ende Normalisasi Sungai Nangapanda
NTT NEWS

Pasca Banjir, Dinas PUPR Ende Normalisasi Sungai Nangapanda

By Redaksi20 Februari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dinas PUPR Kabupaten Ende sedang melakukan normalisasi sungai Nangapanda pasca bencana beberapa waktu lalu (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Banjir disertai gelombang laut dahsyat yang terjadi beberapa waktu lalu di Warukasu, Kelurahan Ndorurea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende mengakibatkan empat unit rumah warga hanyut.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Ende akhirnya melakukan normalisasi sungai Nangapanda secara darurat. Tanggap darurat ini dilakukan untuk mengantisipasi bencana susulan.

Kadis PUPR, Fransiskus Lewang menjelaskan, bencana itu terjadi karena terdapat tumpukan pasir laut yang menutup aliran air. Sehingga, banjir membelok ke sisi kiri lantas menghantam sejumlah rumah persis di bibir sungai.

“Kan, ditambah ombak besar. Pasti rumah disitu hanyut,” ujar Frans.

Karena itu, pihaknya melakukan normalisasi sungai dengan mengeruk tumpukan pasir di bibir pantai itu. Lalu dilakukan penahanan pada sisi kiri dengan menggunakan karung terisi pasir.

“Ini memang darurat. Kita upaya lakukan penahanan, dan sekarang air ke arah kiri sudah kering. Air sudah mengalir pada sisi semula,” ucap dia, Selasa siang di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, kegiatan normalisasi sudah dilakukan kurang lebih satu bulan. Dengan mengerahkan beberapa alat berat, sehingga proses normalisasi berjalan baik.

Frans pun menghimbau kepada masyarakat setempat untuk tetap waspada terhadap bencana.

“Yah, semua berjalan baik. Tapi pada intinya kita tetap mengimbau, agar mereka tetap selalu waspada,” ujar Frans.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleDerita ke Desa Alorawe Boawae
Next Article Relawan Dasa Rai Belu Nyalakan 1000 Lilin untuk Kematian Adelina 

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.