Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Crossway Dagamage: Rusak Sejak 2017, Putus Total di 2018
NTT NEWS

Crossway Dagamage: Rusak Sejak 2017, Putus Total di 2018

By Redaksi23 Februari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi Crossway Dagamage, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Sikka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Crossway Dagamage, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Sikka sudah mulai rusak sejak awal tahun 2017 lalu.

Kala itu sejumlah media massa, baik cetak maupun elektronik memberitakan robohnya sisi utara crossway akibat banjir.

Kerusakan tersebut mengakibatkan sebagian badan crossway tak bisa dilalui terutama oleh kendaraan roda empat.

Kendaraan yang melintas biasanya melalui sebagian crossway yang masih utuh dan areal tanah di pinggirnya.

Di awal Februari 2018, hantaman banjir menghancurkan keseluruhan crossway.

Baca: Crossway Dagamage Kuras Kantong Rakyat

Kerusakan tersebut mengakibatkan transportasi lintas utara Flores terganggu.

Biaya transportasi bagi masyarakat Magepanda yang hendak  bepergian dari dan ke Maumere harus mengeluarkan biaya lebih.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sikka, Tomy Lameng yang dihubungi VoxNtt.com melalui WhatsApp pada Kamis (22/2/2018) menyatakan Crossway Dagamage berada di ruas jalan negara.

Oleh karenanya, wewenang penanganan ada pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang.

Lebih jauh Tomy menerangkan pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada instansi terkait.

“Minggu lalu dalam rapat koordinasi di Kupang kami sudah laporkan ke pihak BPJN. Mereka menyatakan tahun 2018 ini baru akan dibuat desain perencanaan,” terangnya.

 

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleMemahami Ungkapan “Lelon Kaut Le Morin Agu Ngaran” Pada Pilkada Matim
Next Article Update Isu: Dari Galapagos Sampai Penetapan Jokowi Capres 2019

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.