Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Harga Turun, Petani Kopra di Lewolema Alih Profesi Jadi Tukang Ojek
Ekbis

Harga Turun, Petani Kopra di Lewolema Alih Profesi Jadi Tukang Ojek

By Redaksi24 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masyarakat petani kopra di desa Bantala (Lewolema) menimbun kelapanya di halaman rumah (Foto: Hurint/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Larantuka, Vox NTT-Petani atau pengerajin kopra di desa Bantala, Kecamatan Lewolema (Flotim) keluhkan harga kopra yang turun sangat drastis hingga mencapai Rp. 5.000,00 per Kg.

Turunnya harga kopra ini membuat beberapa petani kopra di Lewolema, beralih profesi menjadi tukang ojek dan mengurusi kebun.

Emanuel Bala Kelen kepada voxnnt.com,Kamis, (22/02/2018), mengatakan dirinya lebihmemilih jadi tukang ojek dan mengurusi kebun lantaran harga koprayang tidak sebanding dengan proses usaha menghasilkannya.

“Kalau buat kopra, kita mesti panjat dulu, membelah buahnya, kemudian mengeringkannya di matahari. Proses menghasilkan kopra membutuhkan tenaga yang sangat banyak dan rentang waktu yang relatif lama, sekitar satu atau dua minggu. Harga kopra sekarang tidak sebanding dengan usaha yang kita hasilkan” demikian keluh Eman kepada VoxNtt.com.

masyarakat petani kopra di desa Bantala (Lewolema) menimbun kelapanya di halaman rumah

Mensi Hoa Kelen yang sudah lama menekuni bisnis sebagai penimbang kopra di wilayah desa Bantala (Lewolema), mengaku turunnya harga kopra di tahun ini sangat tajam dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Harga kopra tahun ini turun sangat jauh dan tidak biasanya. Dulu harga kopra biasanya jatuh berkisaran di harga Rp. 7.000,00 – Rp. 8.000,00 per Kg. Tahun ini harga kopra turun hingga Rp. 5.000,00 per Kg”,ungkap Mensi kepada voxntt.com,Kamis (22/02/2018), siang.

Mensi, mengatakan harga kopra mulai turun di awal tahun 2018. Pada akhir tahun 2017 harga kopra cenderung stabil berkisaran 9.000 per Kg.

Memasuki bulan Januari  tahun 2018, harga kopra mulai turun berkisaran 7.000,00 Per Kg. Sejak itu, harga kopra terus turun dan tidak mengalami kenaikan harga.

“Hingga saat ini, harga kopra bertahan berkisaran Rp. 4.500,00 per Kg-Rp. 5.000, 00 per Kg” ungkap Mensi.

“Jika harga kopra turun lagi maka saya tidak akan berani melanjutkan bisnis sebagai penimbang kopra sebab pastiakan mengalami kerugian”, tandasnya.

Sejauh pantauan VoxNtt.com masyarakat petani kopra di desa Bantala (Lewolema) menimbun kelapanya di halaman rumah.

Turunnya harga kopra menyebabkan nilai jual buah kelapapun ikut turun, dari harga Rp. 3.000,00 per ikat, turun menjadi Rp. 1.500,00 Per ikat.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

Flores Timur
Previous ArticleSebanyak 90 Persen TKI Asal NTT di Luar Negeri Berdokumen Palsu
Next Article Adakah Pejabat di Nagekeo dalam Pusaran Kasus MS?

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.