Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Semana Santa dan Secerca Asa dari Balik Kaca Bus
HEADLINE

Semana Santa dan Secerca Asa dari Balik Kaca Bus

By Redaksi2 April 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peziarah asal Cibinong, Jawa Barat yang memilih tetap berada di dalam bus karena terlambat mengikuti rangkaian lengkap prosesi Semana Santa (foto: Sutomo)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Larantuka, Vox NTT-Senandung doa-doa kepada Maria, Bunda Yesus, sayup-sayup terdengar dari kejauhan.

Di tengah kabut disertai hujan yang mengguyur laut di Pelabuhan Larantuka, arakan ratusan perahu kecil, kapal motor peziarah, dan beberapa perahu peledang (perahu khas pemburu ikan paus di Lamera, Lembata) beriring-iringan mengantar arca kanak-kanak Yesus dalam perayaan Semana Santa di Kota Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Siang itu, Jumat, 30 Maret 2018. Di bibir Pelabuhan Rakyat Larantuka, ratusan peziarah umat katolik yang berasal dari berbagai belahan dunia, tampak berdiri sambil menyaksikan prosesi pengantaran Arca Kanak-kanak Yesus dari kapela Tuan Meninu ke kapela Tuan Ana. Sebagian orang larut dalam doa dan yang lain menyaksikan penuh rasa haru.

Salah satu sudut pada bagian selatan Pelabuhan itu terparkir sebuah bus peziarah. Pintu bus itu tetap tertutup rapat.

Tampak dari balik kaca, seorang kakek dan nenek. Sesekali mereka terlihat berkomat-kamit mendaraskan sesuatu.

“Rombongan kami berjumlah 28 orang. Kami dari Jakarta pada hari Kamis (29/3/2018) dengan menggunakan pesawat, tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, Pukul: 22.00, WITA. Kami ingin mengikuti seluruh rangkaian prosesi Semana Santa dari awal hingga selesai. Pagi tadi, Jumad (30/03), kami hendak menyeberang ke Wure, tapi dilarang oleh panitia, katanya sudah tidak bisa nyebrang lagi”, ungkap Yohanes kepada VoxNtt.com, Jumat (30/03/2018) siang.

Perahu peledang terlibat dalam prosesi laut pada perayaan Semana Santa (Foto: Sutomo)

Bapak Yohanes adalah salah satu dari 3 peziarah Semana Santa asal Cibinong, Jawa Barat.  Ia memilih untuk tetap berada di dalam bus dan tidak mengikuti rekan-rekan serombongannya dalam prosesi Laut lantaran tidak mengikuti rangkaian prosesi itu secara lengkap.

Simpang Siur Informasi

Informasi terkait kegiatan Semana Santa ternyata simpang siur. Diungkapkan Yohanes informasi yang diterimanya terkait Semana Santa berbeda-beda dari sumber yang satu dan sumber yang lainnya.

“Setahu kami prosesi Tuan Ma (Bunda Maria) di arak melewati laut dari Wure di pulau Adonara ke KapelaTuan Ma di Kota Larantuka. Sampai di sini ternyata berbeda, yang dihantar melalui prosesi laut adalah kanak-kanak Yesus. Informasi yang kami dapatkan dari tutor atau guide juga berbeda”, ungkap Yohanes.

Arakan perahu motor dalam prosesi laut pada perayaan Semana Santa di Larantuka Flotim.

Walau demikian, keterlambatannya dalam mengikuti rangkaian kegiatan Semana Santa dilihat sebagai sebuah pengalaman Iman. Dorongan yang dalam untuk mengikuti rangkain prosesi lengkap menjadi ujudnya di tahun ini.

“Tahun depan saya ke sini lagi mengajak istri dan anak-anak saya, untuk mengikuti seluruh rangkain Tradisi Suci ini secara lengkap”, ungkap Yohanes.

Dalam akhir perbincangan singkat di siang itu Bapak Yohanes berpandangan bahwa Peristiwa Prosesi Semana Santa adalah peristiwa dunia. Semua mata di dunia memberi fokus pada tradisi warisan Portugis ini. Oleh sebab itu dia berharap pihak Pemda dan Panitia Keuskupan dapat berkoordinasi dengan baik lagi terkait jadwal lengkap kegiatan Semana Santa.

“Kita harapkan adanya kerja sama Pemerintah Daerah dan panitia Keuskupan terkait jadwal lengkap kegiatan sehingga informasi yang kita dapatkan tidak simpang siur. Minimal ada iklan  di setiap bandara. Sehingga Peziarah dari luar dapat mengetahui informasi yang tepat terkait kegiatan Semana Santa. Peziarah dari Jawa, beda persiapan dengan Peziarah dari Sumatera. Peziarah dari luar negeri tentunya persiapannya beda lagi”, ungkap yohanes.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

Flores Timur
Previous ArticlePemuda GMIT Klasis TTU Akan Gelar Pertandingan Futsal Lintas Agama
Next Article Ignas Jonan: Tidak Boleh Bangun Industri Berat Dekat Lokasi Wisata di NTT

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.