Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Riwayat Dua TKI Asal Ende, dari Musibah Kebakaran hingga Digerebek
Human Trafficking NTT

Riwayat Dua TKI Asal Ende, dari Musibah Kebakaran hingga Digerebek

By Redaksi6 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sabina Weni Wasa (40) dan Siti Alwiah (24) saat berada di Kantor Dinas Nakertrans Ende (Foto : Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Dua tenaga kerja asal Kabupaten Ende, NTT, Sabina Weni Wasa (40) dan Siti Alwiah (24) mendapatkan riwayat berbeda sebelum dipulangkan BNP2TKI ke Ende, Jumat sore (6/4/2018). Riwayat itu diceritakan masing-masing di Kantor Dinas Nakertrans Ende.

Sabina, warga Desa Watukamba, Kecamatan Maurole mengaku tidak memiliki tempat tinggal setelah rumahnya mengalami musibah kebakaran pada Tahun 2017. Ia dipulangkan bersama keempat anaknya yang semua masih kecil.

Sebelumnya, ia ditinggal pergi oleh pasangan suaminya asal Solor, Flores Timur 3 tahun silam. Sayangnya, ia enggan menyebutkan nama suaminya setelah ditanya wartawan.

Ia mencari kerja di Malaysia Barat sejak tahun 2001 secara ilegal. Disana ia bekerja sebagai cleaning service di salah satu perusahan.

Baca: Dua TKI Ilegal Asal Ende Dipulangkan

Setelah mendapatkan musibah kebakaran, Sabina beserta empat anaknya langsung dibawa petugas ke Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Ia pun meminta bantuan dari pihak Gereja untuk dipulangkan ke Ende.

Sambil menunggu proses pemulangan, cerita Sabina, ia dan keempat anaknya tinggal di Kongsi. Kongsi adalah tempat tinggal darurat khusus bagi pekerja di Malaysia. Selama itu, ia bekerja hanya untuk biaya perjalanan pulang.

Atas musibah itu, Sabina mengaku mengalami kerugian sekitar 7000 Ringgit atau sekitar Rp 24.917.399,47.

“Ya, saya bersama anak-anak hanya bisa bersyukur bisa pulang, terima kasih,” ucap Sabina.

Cerita Sabina berbeda dengan riwayat Siti Alwiah (24) warga Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara.

Alwiah yang hendak bekerja di Dubai akhirnya tertunda setelah digerebek petugas di salah satu tempat penampungan di Jalan Padati Jaya, Jakarta Timur pada 3 April 2018. Ia digerebek karena tidak memiliki dokumen resmi.

Wanita 24 Tahun ini mengaku direkrut oleh Fatimah, warga Kelurahan Rukun Lima, Ende. Ia juga pernah direktur Fatimah dan bekerja di Dubai beberapa waktu lalu.

“Saya pulang kesini karena masa kontra habis. Kali ini dia (Fatimah) rekrut lagi,”ujar Alwiah.

Ia menjelaskan, semua biaya perjalanan ke Jakarta diurus oleh Fatimah. Di Jakarta, Alwiah dijemput dan diajak Idris yang juga warga Ende di Terminal Pasar Minggu, Jakarta.

Lalu ia diantar ke tempat penampungan oleh Idris bersama 16 tenaga kerja dari luar NTT.

“Disana kami ada 16 orang. Kami di satu tempat penampungan saat digerebek petugas,”ucap dia.

Alwiah kemudian dipulangkan dan diserahkan oleh BNP2TKI kepada BP3TKI Kupang. Kemudian, pada Jumat sore, Alwiah bersama Sabina dan keempat anaknya diserahkan ke Dinas Nakertrans Ende lalu diserahkan ke pihak keluarga oleh Kepala Bidang BP2TK Nakertrans Ende, Yosefa A.P. Dewi.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleDua TKI Ilegal Asal Ende Dipulangkan
Next Article Terkait Insentif Guru THL dan Bosda, Begini Curhat Kadis PK Matim

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.